Turki: Serangan Udara ke Basis ISIS Berlanjut
Jum'at, 24 Juli 2015 - 19:22 WIB
Turki: Serangan Udara ke Basis ISIS Berlanjut
A
A
A
ISTANBUL - Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu menegaskan, serangan udara terhadap ISIS dan kelompok militan lainnya akan terus berlanjut. Pernyataan itu muncul hanya beberapa jam setelah Turki melakukan serangan udara pertama terhadap ISIS di Suriah.
"Serangan udara dan operasi terhadap kelompok militan lainnya, termasuk kelompok sayap kiri dan Kurdi tidak hanya terhenti di sini. Ini adalah hal yang komperhensif dan berkelanjutan," kata Davutoglu dalam konferensi pers di Istanbul, seperti dilansir Reuters pada Jumat (24/7/2015).
Dirinya juga menegaskan, dalam serangan terhadap ISIS di Suriah, jet-jet tempur Turki tidak pernah sekalipun melakukan pelanggaran perbatasan. "Pesawat kami tidak pernah memasuki wilayah Suriah," ucapnya.
Sementara itu, di kesempatan yang sama suksesor Tayip Erdogan itu juga mengatakan, polisi Turki setidaknya sudah menangkap 297 orang, termasuk 37 warga negara asing karena diduga memiliki hubungan dengan ISIS dan kelompok militan lainnya.
Turki mulai meningkatkan operasi anti-teror mereka setelah terjadi aksi bom bunuh diri di kota Suruc yang menewaskan sedikitnya 30 orang, dan melukai belasan orang lainnya. Dalam insiden itu, pemerintah Turki menyalahkan ISIS sebagai pihak yang bertanggung jawab, walaupun proses investigasi belum selesai.
Sedangkan serangan udara terhadap ISIS di Suriah dilakukan setelah anggota kelompok radikal melakukan penembakan di wilayah perbatasan Turki dan Suriah kemarin, dimana dua anggota penjaga perbatasan Turki tewas.
"Serangan udara dan operasi terhadap kelompok militan lainnya, termasuk kelompok sayap kiri dan Kurdi tidak hanya terhenti di sini. Ini adalah hal yang komperhensif dan berkelanjutan," kata Davutoglu dalam konferensi pers di Istanbul, seperti dilansir Reuters pada Jumat (24/7/2015).
Dirinya juga menegaskan, dalam serangan terhadap ISIS di Suriah, jet-jet tempur Turki tidak pernah sekalipun melakukan pelanggaran perbatasan. "Pesawat kami tidak pernah memasuki wilayah Suriah," ucapnya.
Sementara itu, di kesempatan yang sama suksesor Tayip Erdogan itu juga mengatakan, polisi Turki setidaknya sudah menangkap 297 orang, termasuk 37 warga negara asing karena diduga memiliki hubungan dengan ISIS dan kelompok militan lainnya.
Turki mulai meningkatkan operasi anti-teror mereka setelah terjadi aksi bom bunuh diri di kota Suruc yang menewaskan sedikitnya 30 orang, dan melukai belasan orang lainnya. Dalam insiden itu, pemerintah Turki menyalahkan ISIS sebagai pihak yang bertanggung jawab, walaupun proses investigasi belum selesai.
Sedangkan serangan udara terhadap ISIS di Suriah dilakukan setelah anggota kelompok radikal melakukan penembakan di wilayah perbatasan Turki dan Suriah kemarin, dimana dua anggota penjaga perbatasan Turki tewas.
(esn)