Deportasi 100 Muslim Uighur ke China, Thailand Dikecam

Jum'at, 10 Juli 2015 - 16:52 WIB
Deportasi 100 Muslim...
Deportasi 100 Muslim Uighur ke China, Thailand Dikecam
A A A
BANGKOK - Thailand dikecam banyak pihak, termasuk Amerika Serikat (AS) setelah mendeportasi sekitar 100 warga Muslim Uighur ke China. Para warga Muslim Uighur yang dideportasi ke China itu dikhawatirkan akan mengalami penganiayaan dari otoritas China.

Selain AS, Turki dan kelompok HAM juga mengecam Thailand. Sebelumnya, sekelompok warga di Turki berdemo membakar bendera China untukmemprotes larangan puasa Ramadan bagi warga Muslim Uighur di Xinjiang.

Sedangkan China menuduh sejumlah pemerintah asing dan kelompok HAM mencoba untuk mengeksploitasi isu Uighur untuk tujuan mereka sendiri. China selama ini menegaskan bahwa tidak ada masalah etnis di Xinjiang.

Wakil juru bicara Pemerintah Thailand, Kolonel Weerachon Sukhondhapatipak, mengatakan, tindakan mendeportasi para warga Muslim Uighur ke China itu sejalan dengan perjanjian internasional dan hukum internasional.

Menurutnya, Pemerintah Thailand sudah memverifikasi kewarganegaraan dari semua warga Uighur sebelum memutuskan untuk mendeportasi mereka ke China.

”Hal ini tidak seperti anggapan bahwa China tiba-tiba meminta warga Uighur dan kita menyerahkan mereka kembali. China meminta semua warga Muslim Uighur di Thailand untuk dikirim kembali, tetapi kita berkata bahwa kita tidak bisa melakukannya,” kata Sukhondhapatipak.

Thailand telah mengidentifikasi lebih dari 170 warga Uighur sebagai warga Turki dan mengirim mereka ke Turki selama bulan lalu. Menurut Weerachon, untuk sementara hampir 100 warga Uighur dikirim kembali ke China. Sedangkan 50 lainnya masih perlu diverifikasi status kewarganegaraannya.

Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) sangat mendesak China untuk memastikan warga Uighur dilindungi. Sedangkan Human Rights Watch (HRW) mengatakan bahwa warga Uighur telah menghadapi penganiayaan "suram" di China.

”Thailand harus membuat jelas bahwa mereka tidak akan jauh melanggar hukum internasional dengan segera mengumumkan moratorium deportasi warga (Uighur) ke China,” kata Direktur HRW China, Sophie Richardson, seperti dikutip Reuters, Jumat (10/7/2015).
(mas)
Berita Terkait
Anak-anak Muda di Thailand...
Anak-anak Muda di Thailand Dukung Hong Kong dan Taiwan Merdeka, China Marah
Raja Thailand Maha Vajiralongkorn...
Raja Thailand Maha Vajiralongkorn Akan Kunjungi China untuk Pertama Kalinya
4 Suku dengan Populasi...
4 Suku dengan Populasi Terbanyak di Thailand, Rata-rata asal China
Thailand Bombardir Kamboja...
Thailand Bombardir Kamboja Dipicu oleh Roket Buatan China
5 Drama China Rating...
5 Drama China Rating Tertinggi Satu Dekade Terakhir di MyDramaList
Thailand Ingin Beli...
Thailand Ingin Beli 2 Kapal Selam China Saat Sedang Krisis Ekonomi
Berita Terkini
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
12 menit yang lalu
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
36 menit yang lalu
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Trump Setuju Cairkan Aset Iran Rp426,7 Triliun yang Dibekukan AS
1 jam yang lalu
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
1 jam yang lalu
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
2 jam yang lalu
Trump: AS dan Iran Teken...
Trump: AS dan Iran Teken Kesepakatan Hari Ini, Selat Hormuz Akan Dibuka untuk Semua
2 jam yang lalu
Infografis
7 Universitas Islam...
7 Universitas Islam Negeri Terbaik Masuk Top 100 Nasional Webometrics 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved