Populasi Dunia Akan Berkurang Jadi 8,8 Miliar Jiwa pada Akhir Abad Ini
Rabu, 15 Juli 2020 - 15:01 WIB
loading...
Pengunjung melintasi Jembatan Tai Ping di kota Mianyang, Sichuan, China, 2011. Foto/REUTERS
A
A
A
WASHINGTON - Populasi dunia diperkirakan mencapai puncaknya sebanyak 9,7 miliar orang pada 2064, dan kemudian berkurang menjadi sekitar 8,8 miliar pada akhir abad ini, saat perempuan mendapat akses lebih baik pada pendidikan dan kontrasepsi.
Hasil studi terbaru itu juga menunjukkan pada 2100, sebanyak 183 dari 195 negara tidak akan memiliki tingkat kesuburan yang diperlukan untuk menjaga populasi saat ini, diproyeksikan 2,1 kelahiran per wanita.
"Sekitar 23 negara, termasuk Jepang, Thailand, Italia dan Spanyol akan mengalami penyusutan populasi hingga lebih dari 50%," ungkap para peneliti dari Institut Metrik dan Evaluasi Kesehatan di Sekolah Kedokteran, Universitas Washington.
Meski demikian, populasi sub-Sahara Afrika dapat meningkat tiga kali lipat, sehingga hampir setengah populasi dunia adalah Afrika pada akhir abad ini.
Studi pemodelan yang dirilis di The Lancet juga memperkirakan penurunan dramatis populasi usia kerja di negara-negara termasuk India dan China yang akan merusak pertumbuhan ekonomi dan dapat berdampak negatif pada tenaga kerja dan sistem dukungan sosial.
Hasil studi terbaru itu juga menunjukkan pada 2100, sebanyak 183 dari 195 negara tidak akan memiliki tingkat kesuburan yang diperlukan untuk menjaga populasi saat ini, diproyeksikan 2,1 kelahiran per wanita.
"Sekitar 23 negara, termasuk Jepang, Thailand, Italia dan Spanyol akan mengalami penyusutan populasi hingga lebih dari 50%," ungkap para peneliti dari Institut Metrik dan Evaluasi Kesehatan di Sekolah Kedokteran, Universitas Washington.
Meski demikian, populasi sub-Sahara Afrika dapat meningkat tiga kali lipat, sehingga hampir setengah populasi dunia adalah Afrika pada akhir abad ini.
Studi pemodelan yang dirilis di The Lancet juga memperkirakan penurunan dramatis populasi usia kerja di negara-negara termasuk India dan China yang akan merusak pertumbuhan ekonomi dan dapat berdampak negatif pada tenaga kerja dan sistem dukungan sosial.
Lihat Juga :