AS Usik Lagi Serangan Senjata Kimia di Suriah
Jum'at, 10 Juli 2015 - 15:28 WIB
AS Usik Lagi Serangan Senjata Kimia di Suriah
A
A
A
NEW YORK - Amerika Serikat (AS) mengusik lagi soal serangan senjata kimia di Suriah dengan merancang resolusi untuk PBB agar menindak pelakunya.
Resolusi itu akan menyerukan Sekjen PBB Ban Ki-moo dan pengawas senjata kimia internasional untuk membuat mekanisme untuk menuntut pertanggungjawaban pelaku serangan senjata kimia dalam perang sipil di Suriah.
Resolusi itu telah diedarkan kepada 15 anggota Dewan Keamanan PBB. Resolusi itu muncul setelah lebih dari dua bulan AS terlibat pembicaraan dengan Rusia tentang bagaimana untuk menetapkan pihak yang bertanggung jawab atas serangan gas klorin, sarin atau senjata kimia lainnya di Suriah.
”Mengingat tuduhan yang sering soal serangan klorin di Suriah, dan tidak adanya badan internasional untuk mengidentifikasi para pelaku serangan senjata kimia, sangat penting bahwa Dewan Keamanan PBB menemukan konsensus dan mengatur mekanisme investigasi independen,” kata Duta Besar AS untuk PBB, Samantha Power, seperti dilansir IB Times, Jumat (10/7/2015).
“Resolusi itu menyerukan perlunya sebuah ‘Mekanisme Investigasi Bersama’ yang diperlukan untuk mengidentifikasi semaksimal mungkin, individu, badan, kelompok, atau pemerintah yang jadi pelaku, penyelenggara, sponsor atau terlibat dalam penggunaan senjata kimia di Suriah,” bunyi kutipan resolusi tersebut.
Jika resolusi diadopsi, Ban Ki-moon akan diminta untuk menyerahkan rekomendasinya dalam waktu 15 hari dan bekerjsama dengan Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW).
Serangan senjata kimia di Suriah pernah gempar pada tahun 2013. Saat itu serangan gas sarin terjadi di Ghoutan, pinggiran Ibu Kota Damaskus, Suriah. Sejumlah pihak, termasuk AS menyalahkan Pemerintah Presiden Bashar al-Assad sebagai pelaku serangan. Namun, Suriah membantahnya.
Resolusi itu akan menyerukan Sekjen PBB Ban Ki-moo dan pengawas senjata kimia internasional untuk membuat mekanisme untuk menuntut pertanggungjawaban pelaku serangan senjata kimia dalam perang sipil di Suriah.
Resolusi itu telah diedarkan kepada 15 anggota Dewan Keamanan PBB. Resolusi itu muncul setelah lebih dari dua bulan AS terlibat pembicaraan dengan Rusia tentang bagaimana untuk menetapkan pihak yang bertanggung jawab atas serangan gas klorin, sarin atau senjata kimia lainnya di Suriah.
”Mengingat tuduhan yang sering soal serangan klorin di Suriah, dan tidak adanya badan internasional untuk mengidentifikasi para pelaku serangan senjata kimia, sangat penting bahwa Dewan Keamanan PBB menemukan konsensus dan mengatur mekanisme investigasi independen,” kata Duta Besar AS untuk PBB, Samantha Power, seperti dilansir IB Times, Jumat (10/7/2015).
“Resolusi itu menyerukan perlunya sebuah ‘Mekanisme Investigasi Bersama’ yang diperlukan untuk mengidentifikasi semaksimal mungkin, individu, badan, kelompok, atau pemerintah yang jadi pelaku, penyelenggara, sponsor atau terlibat dalam penggunaan senjata kimia di Suriah,” bunyi kutipan resolusi tersebut.
Jika resolusi diadopsi, Ban Ki-moon akan diminta untuk menyerahkan rekomendasinya dalam waktu 15 hari dan bekerjsama dengan Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW).
Serangan senjata kimia di Suriah pernah gempar pada tahun 2013. Saat itu serangan gas sarin terjadi di Ghoutan, pinggiran Ibu Kota Damaskus, Suriah. Sejumlah pihak, termasuk AS menyalahkan Pemerintah Presiden Bashar al-Assad sebagai pelaku serangan. Namun, Suriah membantahnya.
(mas)