Soal Laporan WikiLeaks, Rusia: Tidak Mengejutkan

Rabu, 24 Juni 2015 - 17:22 WIB
Soal Laporan WikiLeaks,...
Soal Laporan WikiLeaks, Rusia: Tidak Mengejutkan
A A A
MOSKOW - Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengaku belum melihat laporan WikiLeaks yang menyebut Amerika Serikat (AS) telah menyadap beberapa Presiden Prancis. Namun, dirinya mengaku tidak terkejut bila laporan semacam itu muncul.

"Saya belum melihat laporan tersebut, namun saya juga tidak terkejut. Setidaknya, saya bisa katakan saat ini dalam sebuah pembicaraan, mikrofon akan mati dan nyala dari waktu ke waktu," katanya, seperti dilansir Itar-tass pada Rabu (24/6/2014).

Dalam laporan yang dirilis oleh WikiLeaks, AS melalui NSA setidaknya sudah menyadap telepon dan surat elektronik tiga Presiden Prancis. Ketiga Presiden Prancis itu antara lain, Jacques Chirac (1995-2007), kemudian penggantinya Nicolas Sarkozy (2007-2012) dan penerusnya, Francois Hollande (2012-sekarang).

WikiLeaks dalam keterangan tertulisnya mengatakan, dokumen rahasia tentang aksi spionase NSA itu berupa lalu lintas komunikasi ketiga Presiden Prancis itu, termasuk komunikasi dengan para menteri serta Duta Besar Prancis untuk AS.

Namun, Gedung Putih langsung membantah laporan yang dirilis oleh WikiLeaks tersebut. Gedung Putih menegaskan, NSA tidak pernah melakukan penyadapan terhadap Presiden Prancis.

”Kami tidak melakukan kegiatan pengawasan intelijen asing, kecuali ada tujuan keamanan nasional yang spesifik dan divalidasi. Hal ini berlaku untuk warga biasa dan pemimpin dunia yang sama,” kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, Ned Price.
(esn)
Berita Terkait
Hubungan Amerika Serikat...
Hubungan Amerika Serikat dan Ukraina Dikabarkan Retak
Fakta Perang Hibrida...
Fakta Perang Hibrida Amerika Serikat-Rusia
Perbandingan Wagner...
Perbandingan Wagner Rusia dan Blackwater Amerika Serikat
Pejabat Rusia yang Dilarang...
Pejabat Rusia yang Dilarang Masuk ke Amerika Serikat
Amerika Serikat: Iran...
Amerika Serikat: Iran Sekarang Beking Militer Utama Rusia
Campur Tangan Amerika...
Campur Tangan Amerika Serikat dalam Perang Rusia-Ukraina
Berita Terkini
Houthi Ancam Serang...
Houthi Ancam Serang Infrastruktur Minyak Saudi jika Perang Terus Berlanjut
41 menit yang lalu
PM Irak Pernah Ditawari...
PM Irak Pernah Ditawari Suap Rp3,5 Triliun, tapi Justru Bentuk Badan Pemberantasan Korupsi
1 jam yang lalu
Setelah 4 Bulan Tenang...
Setelah 4 Bulan Tenang dan Nyaman, Arab Saudi Kembali Dibombardir Iran
2 jam yang lalu
Iran Peringatkan Negara-negara...
Iran Peringatkan Negara-negara Penampung Pasukan AS Bersiap Hadapi Respons Setara
3 jam yang lalu
Tentara AS Terluka dalam...
Tentara AS Terluka dalam Serangan Iran di Yordania, Pentagon Belum Mengakui
4 jam yang lalu
Memanas, Iran Ancam...
Memanas, Iran Ancam Minta Houthi Blokir Selat Bab al-Mandeb, Perdagangan Global Kian Tercekik
6 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved