Kenang PD II, China Undang Eks Tentaranya di Taiwan
Rabu, 24 Juni 2015 - 14:23 WIB
Kenang PD II, China Undang Eks Tentaranya di Taiwan
A
A
A
BEIJING - China mengundang para mantan tentara perang-nya yang tinggal di Taiwan untuk memperingati Perang Dunia (PD) II. China sampai saat ini masih menganggap Taiwan sebagai provinsinya yang membangkang.
China berencana menggelar parade militer besar-besaran melewati Lapangan Tiananmen, Beijing, pada 3 September 2015 mendatang. Parade militer untuk memperingati PD II itu akan disaksikan langsung oleh Presiden Xi Jinping.
Setelah PD II, China dilanda perang saudara antara kubu Komunis dan Nasionalis. Para pasukan nasionalis akhirnya memilih mundur dan pindah ke Taiwan pada tahun 1949.
Taiwan sendiri telah membentuk pemerintahan secara terpisah dari China. Namun, Pemerintah China tetap mengklaim Taiwan sebagai miliknya. Tidak ada perjanjian damai secara resmi untuk mengakhiri perang saudara yang pernah ditandatangani.
Juru bicara Kantor Dewan Negara China Urusan Taiwan, Ma Xiaoguang, mengatakan Beijing akan menyambut siapa pun dari Taiwan untuk mengambil bagian dalam peringatan PD II di Beijing. Namun, sambutan itu khususnya diberikan pada mantan tentara China, anggota keluarga serta keturunannya.
”Kemenangan dalam perang melawan Jepang adalah kemenangan besar bagi seluruh bangsa,” kata Ma, seperti dikutip Xinhua, Rabu (24/6/2015). “Di bawah sejarah dan kondisi baru, rekan-rekan di kedua sisi Selat Taiwan (harus) bersama-sama mengingat kemenangan itu,” lanjut dia.
China berencana menggelar parade militer besar-besaran melewati Lapangan Tiananmen, Beijing, pada 3 September 2015 mendatang. Parade militer untuk memperingati PD II itu akan disaksikan langsung oleh Presiden Xi Jinping.
Setelah PD II, China dilanda perang saudara antara kubu Komunis dan Nasionalis. Para pasukan nasionalis akhirnya memilih mundur dan pindah ke Taiwan pada tahun 1949.
Taiwan sendiri telah membentuk pemerintahan secara terpisah dari China. Namun, Pemerintah China tetap mengklaim Taiwan sebagai miliknya. Tidak ada perjanjian damai secara resmi untuk mengakhiri perang saudara yang pernah ditandatangani.
Juru bicara Kantor Dewan Negara China Urusan Taiwan, Ma Xiaoguang, mengatakan Beijing akan menyambut siapa pun dari Taiwan untuk mengambil bagian dalam peringatan PD II di Beijing. Namun, sambutan itu khususnya diberikan pada mantan tentara China, anggota keluarga serta keturunannya.
”Kemenangan dalam perang melawan Jepang adalah kemenangan besar bagi seluruh bangsa,” kata Ma, seperti dikutip Xinhua, Rabu (24/6/2015). “Di bawah sejarah dan kondisi baru, rekan-rekan di kedua sisi Selat Taiwan (harus) bersama-sama mengingat kemenangan itu,” lanjut dia.
(mas)