Tolak Kekerasan Agama, Obama Ajak Muslim AS Buka Puasa
Selasa, 23 Juni 2015 - 15:20 WIB
Tolak Kekerasan Agama, Obama Ajak Muslim AS Buka Puasa
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mengajak sejumlah warga Muslim di negara itu untuk berbuka puasa bersama di Gedung Putih. Dalam acara itu, Obama menolak segala kekerasan atas nama agama dan etnis.
”Kami menegaskan bahwa apa pun iman kita, kita semua satu keluarga,” kata Obama di di ruang makan Gedung Putih yang dihadiri sekitar 40 anggota komunitas diplomatik dan beberapa anggota Kongres AS.
Beberapa warga Muslim yang diundang buka puasa bersama oleh Obama, salah satunya Samantha Elauf. Muslimah AS ini pernah jadi sorotan publik setelah dimenangkan gugatannya oleh Mahkamah Agung setelah dia ditolak bekerja di sebuah toko pakaian karena mengenakan jilbab.
”Dia bertekad untuk mempertahankan haknya untuk mengenakan jilbab. Dia memiliki peluang (kerja) yang sama seperti orang lain,” kata Obama yang membahas sosok Elauf, seperti dikutip AP, Selasa (23/6/2015).
”Dia pergi mencari semua jalan ke Mahkamah Agung, di usia di mana saya tidak melakukannya. Dan dia menang,” puji Obama.
Obama juga berbicara tentang tiga warga Muslim yang dibunuh pada 10 Februari 2015 di Chapel Hill, North Carolina. Selain itu, Obama tak lupa membicarakan penembakan massal yang menewaskan sembilan orang di gereja komunitas kulit hitam di Charleston, South Carolina, yang dilakukan pemuda kulit putih, Dylann Roof.
”Sebagai orang Amerika, kita bersikeras bahwa tidak ada yang harus ditargetkan karena siapa mereka, seperti apa mereka terlihat, apa yang mereka cintai dan bagaimana mereka beribadah,” kata Obama yang menolak kekerasan atas nama agama, etnis dan warna kulit. ”Kami bersatu melawan kebencian.”
”Kami menegaskan bahwa apa pun iman kita, kita semua satu keluarga,” kata Obama di di ruang makan Gedung Putih yang dihadiri sekitar 40 anggota komunitas diplomatik dan beberapa anggota Kongres AS.
Beberapa warga Muslim yang diundang buka puasa bersama oleh Obama, salah satunya Samantha Elauf. Muslimah AS ini pernah jadi sorotan publik setelah dimenangkan gugatannya oleh Mahkamah Agung setelah dia ditolak bekerja di sebuah toko pakaian karena mengenakan jilbab.
”Dia bertekad untuk mempertahankan haknya untuk mengenakan jilbab. Dia memiliki peluang (kerja) yang sama seperti orang lain,” kata Obama yang membahas sosok Elauf, seperti dikutip AP, Selasa (23/6/2015).
”Dia pergi mencari semua jalan ke Mahkamah Agung, di usia di mana saya tidak melakukannya. Dan dia menang,” puji Obama.
Obama juga berbicara tentang tiga warga Muslim yang dibunuh pada 10 Februari 2015 di Chapel Hill, North Carolina. Selain itu, Obama tak lupa membicarakan penembakan massal yang menewaskan sembilan orang di gereja komunitas kulit hitam di Charleston, South Carolina, yang dilakukan pemuda kulit putih, Dylann Roof.
”Sebagai orang Amerika, kita bersikeras bahwa tidak ada yang harus ditargetkan karena siapa mereka, seperti apa mereka terlihat, apa yang mereka cintai dan bagaimana mereka beribadah,” kata Obama yang menolak kekerasan atas nama agama, etnis dan warna kulit. ”Kami bersatu melawan kebencian.”
(mas)