Terungkap, CIA Tak Becus Cegah al-Qaeda sebelum Teror 9/11
Sabtu, 13 Juni 2015 - 11:33 WIB
Terungkap, CIA Tak Becus Cegah al-Qaeda sebelum Teror 9/11
A
A
A
WASHINGTON - Lima dokumen rahasia mengungkap bahwa agen CIA Amerika Serikat (AS) tidak becus untuk mencegah al-Qaeda sebelum membajak pesawat, yang kemudian ditabrakkan ke menara kembar WTC dalam teror 11 September 2001 atau 9/11.
Dokumen itu mempertanyakan apakah badan-badan intelijen AS bisa berbuat lebih banyak untuk menghentikan serangan teroris mematikan dalam sejarah AS tersebut. Dokumen rahasia yang disusun dan dirilis internal CIA pada hari Jumat tersebut mengulas “kelemahan CIA” yang kala itu di bawah kepemimpinan Direktur George Tenet.
Dokumen rahasia termasuk versi lengkapnya yang disusun tahun 2005 mengungkap bahwa CIA kala itu tidak memiliki strategi komprehensif atau sumber daya yang memadai untuk memerangi al-Qaeda sebelum membajak pesawat dalam serangan 9/11.
Beberapa ringkasan dokumen sempat dihapus. Sejumlah dokumen itu sejatinya menunjukkan adanya sengketa panjang di tubuh CIA yang merupakan warisan dari mantan pejabatnya. Dokumen itu juga seolah-olah “menelanjangi” ketidakbecusan George Tenet dalam mengantisipasi al-Qaeda yang saat itu masih dipimpin Osama bin Laden.
Tapi, tak satu pun dari dokumen tersebut mengulas bagaimana Presiden George W. Bush dan Gedung Putih pada saat itu menangani ancaman al Qaeda. Beberapa mantan pejabat, termasuk pejabat kontra-terorisme di era Bush, Richard Clarke, mengatakan bahwa Bush tidak menjadikan al-Qaeda sebagai prioritas.
Melalui sebuah surat pada Juni 2005, Tenet mengkritisi dan menolak rancangan laporan Inspektur Jenderal CIA, John Helgerson yang dianggap menyudutkannya. ”Laporan Anda menantang profesionalisme saya, ketekunan dan keterampilan dalam memimpin pria dan wanita dari intelijen AS dalam melawan terorisme,” tulis Tenet kepada Helgerson.
”Saya melakukan semua yang saya bisa untuk menginformasikan, memperingatkan dan memotivasi tindakan untuk mencegah kerusakan,” lanjut dia. ”Laporan Anda tidak cukup atau tidak akurat menggambarkan tindakan saya, atau pekerjaan heroik dari orang-orang dari Komunitas Intelijen,” surat Tenet.
Dokumen itu mempertanyakan apakah badan-badan intelijen AS bisa berbuat lebih banyak untuk menghentikan serangan teroris mematikan dalam sejarah AS tersebut. Dokumen rahasia yang disusun dan dirilis internal CIA pada hari Jumat tersebut mengulas “kelemahan CIA” yang kala itu di bawah kepemimpinan Direktur George Tenet.
Dokumen rahasia termasuk versi lengkapnya yang disusun tahun 2005 mengungkap bahwa CIA kala itu tidak memiliki strategi komprehensif atau sumber daya yang memadai untuk memerangi al-Qaeda sebelum membajak pesawat dalam serangan 9/11.
Beberapa ringkasan dokumen sempat dihapus. Sejumlah dokumen itu sejatinya menunjukkan adanya sengketa panjang di tubuh CIA yang merupakan warisan dari mantan pejabatnya. Dokumen itu juga seolah-olah “menelanjangi” ketidakbecusan George Tenet dalam mengantisipasi al-Qaeda yang saat itu masih dipimpin Osama bin Laden.
Tapi, tak satu pun dari dokumen tersebut mengulas bagaimana Presiden George W. Bush dan Gedung Putih pada saat itu menangani ancaman al Qaeda. Beberapa mantan pejabat, termasuk pejabat kontra-terorisme di era Bush, Richard Clarke, mengatakan bahwa Bush tidak menjadikan al-Qaeda sebagai prioritas.
Melalui sebuah surat pada Juni 2005, Tenet mengkritisi dan menolak rancangan laporan Inspektur Jenderal CIA, John Helgerson yang dianggap menyudutkannya. ”Laporan Anda menantang profesionalisme saya, ketekunan dan keterampilan dalam memimpin pria dan wanita dari intelijen AS dalam melawan terorisme,” tulis Tenet kepada Helgerson.
”Saya melakukan semua yang saya bisa untuk menginformasikan, memperingatkan dan memotivasi tindakan untuk mencegah kerusakan,” lanjut dia. ”Laporan Anda tidak cukup atau tidak akurat menggambarkan tindakan saya, atau pekerjaan heroik dari orang-orang dari Komunitas Intelijen,” surat Tenet.
(mas)