Dendam pada ISIS, Milisi Yazidi Bunuh 21 Warga Arab Sunni
Rabu, 10 Juni 2015 - 15:07 WIB
Dendam pada ISIS, Milisi Yazidi Bunuh 21 Warga Arab Sunni
A
A
A
SINJAR - Milisi Yazidi membunuh 21 warga Arab Sunni di Irak sebagai aksi balas dendam atas kekejaman ISIS terhadap kelompok minoritas di Irak tersebut. Amnesty International menyatakan serangan balas dendam milisi Yaizidi itu berlangsung sejak Januari 2015.
Serangan milisi Yazidi berlangsung di Jiri dan Sibaya, dua desa yang dihuni komunitas Arab Sunni di wilayah Sinjar, Irak utara.
”Hampir tidak satu rumah yang terhindar. Setengah dari mereka yang tewas adalah laki-laki dan perempuan dan anak-anak cacat,” kata Amnesty dalam sebuah laporan, Rabu (10/6/2015). Kelompok itu mencatat, sekitar 40 orang diculik dan 17 di antaranya masih hilang.
Para saksi mata yang berbicara kepada Amnesty mengatakan seorang ayah kehilangan dua putranya yang berusia 15 dan 20 tahun dalam serangan milisi Yazidi. Ada juga anak 12 tahun yang ditembak empat kali dari belakang tapi masih selamat.
”Kita tidak bisa membayangkan para penyerang akan menargetkan orangtua dan orang sakit, tetapi itu mereka lakukan,” kata salah satu saksi mata yang identitasnya dilindungi Amnesty. Saksi itu kehilangan ayahnya yang berusia 66 tahun karena ditembak mati ketika berada di kursi rodanya.
Komunitas Yazidi sejak 2014 menjadi kelompok yang paling menderita akibat kekejaman kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Puluhan ribu warga Yazidi melarikan diri dari desa-desa mereka, dan ribuan anak gadis serta perempuan diculik yang sebagian dijadikan budak seks.
”Hal ini sangat mengganggu untuk melihat anggota komunitas Yazidi, yang telah menderita begitu banyak di tangan ISIS, sekarang mereka melakukan kejahatan brutal yang seperti itu,” kata Donatella Rovera, pensihat senior Amnesty, seperti dilansir Daily Mail.
Serangan milisi Yazidi berlangsung di Jiri dan Sibaya, dua desa yang dihuni komunitas Arab Sunni di wilayah Sinjar, Irak utara.
”Hampir tidak satu rumah yang terhindar. Setengah dari mereka yang tewas adalah laki-laki dan perempuan dan anak-anak cacat,” kata Amnesty dalam sebuah laporan, Rabu (10/6/2015). Kelompok itu mencatat, sekitar 40 orang diculik dan 17 di antaranya masih hilang.
Para saksi mata yang berbicara kepada Amnesty mengatakan seorang ayah kehilangan dua putranya yang berusia 15 dan 20 tahun dalam serangan milisi Yazidi. Ada juga anak 12 tahun yang ditembak empat kali dari belakang tapi masih selamat.
”Kita tidak bisa membayangkan para penyerang akan menargetkan orangtua dan orang sakit, tetapi itu mereka lakukan,” kata salah satu saksi mata yang identitasnya dilindungi Amnesty. Saksi itu kehilangan ayahnya yang berusia 66 tahun karena ditembak mati ketika berada di kursi rodanya.
Komunitas Yazidi sejak 2014 menjadi kelompok yang paling menderita akibat kekejaman kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Puluhan ribu warga Yazidi melarikan diri dari desa-desa mereka, dan ribuan anak gadis serta perempuan diculik yang sebagian dijadikan budak seks.
”Hal ini sangat mengganggu untuk melihat anggota komunitas Yazidi, yang telah menderita begitu banyak di tangan ISIS, sekarang mereka melakukan kejahatan brutal yang seperti itu,” kata Donatella Rovera, pensihat senior Amnesty, seperti dilansir Daily Mail.
(mas)