Pakistan Diam-diam Bebaskan 8 Taliban Penembak Malala

Jum'at, 05 Juni 2015 - 13:24 WIB
Pakistan Diam-diam Bebaskan...
Pakistan Diam-diam Bebaskan 8 Taliban Penembak Malala
A A A
ISLAMABAD - Otoritas Pakistan diam-diam membebaskan delapan dari 10 terdakwa kelompok Taliban yang menembak gadis aktivis pendidikan, Malala Yousafzai. Delapan terdakwa ternyata hanya menjalani hukuman beberapa minggu dari hukuman sebenarnya yakni, minimal 25 tahun penjara.

Malala telah menjadi ikon remaja dunia untuk perlawanan terhadan kelompok radikal setelah dia lolos dari maut usai ditembak kepalanya oleh kelompok Taliban ketika dia berusia 14 tahun. Gadis 17 tahun ini ditembak kepalanya oleh Taliban Pakistan gara-gara nekat mengampanyekan pendidikan untuk anak perempuan yang ditentang oleh Taliban.

Keberanian Malala membuatnya menjadi nominator peraih Nobel Perdamaian tahun 2014. Delapan terdakwa penembak Malala, diketahui menjalani sidang rahasia dan dibebaskan setelah menjalani hukuman penjara beberapa minggu.

Laporan itu diungkap sumber-sumber keamanan senior di Pakistan. Dari 10 terdakwa penembak Malala, hanya dua orang yang dituduh menjadi dalang untuk pembunuhan gadis remaja itu. “Delapan (terdakwa) dibebaskan diam-diam, untuk menghindari keributan media,” kata sumber keamanan di Pakistan.

“Sidang benar-benar tidak kredibel, bahwa tidak ada yang ada yang menyaksikannya. Tapi ada jaksa penuntut umum, hakim, tentara dan terdakwa,” lanjut sumber itu, yang dilansir dari Daily Mail, Jumat (5/6/2015).

”Ini adalah taktik untuk mendapatkan tekanan media dari kasus Malala karena seluruh dunia menginginkan kebenaran untuk sebuah kejahatan. Tapi kenyataannya adalah bahwa, orang-orang dibebaskan, apakah terlibat atau tidak dalam penembakan Malala, masyarakat telah dibohongi,” ujar sumber itu.

Azaad Khan, kepala polisi dari Lembah Swat di mana Malala ditembak di kepalanya saat berada di bus sekolah pada tanggal 9 Oktober 2012, menegaskan bahwa,hanya dua orang yang dihukum. Mereka adalah Izharullah dan Israr ur Rehman.
(mas)
Berita Terkait
Indonesia Kirimkan Bantuan...
Indonesia Kirimkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Pakistan
Ledakan Bom Bunuh Diri...
Ledakan Bom Bunuh Diri Dekat Pos Pemeriksaan Keamanan di Pakistan Barat
Buntut Kecelakaan Pesawat...
Buntut Kecelakaan Pesawat PIA, Pakistan Larang Terbang 262 Pilot
Korban Selamat Pesawat...
Korban Selamat Pesawat PIA: Yang Saya Lihat Hanya Api
Airbus Mulai Selidiki...
Airbus Mulai Selidiki Kecelakaan Pesawat di Pakistan
Kantongi Lisensi Palsu,...
Kantongi Lisensi Palsu, 150 Pilot PIA Dilarang Terbang
Berita Terkini
Selain Memaki, Trump...
Selain Memaki, Trump Juga Disebut Ancam Netanyahu via Istrinya atas Rencana Israel di Lebanon
6 menit yang lalu
AS Bohong, Kapal Induk...
AS Bohong, Kapal Induk Gerald R Ford Ternyata Rusak Parah saat Perang Lawan Iran, Ini Buktinya!
39 menit yang lalu
Zelensky Tantang Putin...
Zelensky Tantang Putin Bertemu Tatap Muka, Kremlin: Datanglah ke Moskow!
1 jam yang lalu
Sinifikasi Agama di...
Sinifikasi Agama di China Menguat, Gereja Katolik Patriotik Jadi Sorotan
1 jam yang lalu
AS Batal Kirim Rudal...
AS Batal Kirim Rudal Tomahawk ke Jerman Diduga Khawatir dengan Pembalasan Rusia
2 jam yang lalu
Pemimpin Hizbullah Kecam...
Pemimpin Hizbullah Kecam Negosiasi Lebanon-Israel, Dianggap Tidak Tahu Malu
11 jam yang lalu
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved