Negosiasi Mulus, Rusia Segera Pasok Rudal S-300 ke Iran
Selasa, 26 Mei 2015 - 15:10 WIB
Negosiasi Mulus, Rusia Segera Pasok Rudal S-300 ke Iran
A
A
A
MOSKOW - Pemerintah Rusia dan Iran merampungkan negosiasi soal jual beli rudal S-300. Dengan demikian, Moskow secepatnya memasok rudal S-300 itu pada Teheran.
Suksesnya negosiasi soal kesepakatan pengiriman rudal S-300 Rusia itu diungkap Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amir-Abdollahian. ”Negosiasi telah berakhir dengan keberhasilan. Saya memperkirakan bahwa pengiriman rudal S-300 akan berlangsung dalam waktu yang cukup singkat,” kata Amir-Abdollahian di Moskow.
”Ini akan dilakukan pada kesempatan paling cepat,” ujarnya setelah bertemu Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Mikhail Bogdanov, seperti dilansir AFP, Selasa (26/5/2015).
Kendati demikian, Kementerian Luar Negeri Rusia belum mengkonfirmasi pengumuman soal kesepekatan pengiriman rudal S-300 ke Teheran dalam waktu singkat. Kementerian itu hanya menegaskan pentingnya menjaga dialog antara Rusia dan Iran.
Penjualan rudal S-300 oleh Rusia kepada Iran sebenarnya merupakan kontrak jual beli senjata yang sudah disepakati kedua negara di masa lalu. Namun, penjualan itu dibekukan pada tahun 2010 oleh Dmitri Medvedev, Presiden Rusia kala itu. Pembekuan kontrak itu dilakukan Rusia setelah ada tekanan dari masyarakat internasional yang ramai-ramai menjatuhkan sanksi pada Iran atas program nuklir kontroversialnya.
Namun, pada bulan April 2015 lalu, Presiden Rusia, Vladimir Putin memutuskan mencabut embargo pengiriman rudal S-300 pada Iran. Keputusan Putin diambil setelah perundingan nuklir Iran dan enam negara kekuatan dunia mengalamai kemajuan di Lausanne.
Suksesnya negosiasi soal kesepakatan pengiriman rudal S-300 Rusia itu diungkap Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amir-Abdollahian. ”Negosiasi telah berakhir dengan keberhasilan. Saya memperkirakan bahwa pengiriman rudal S-300 akan berlangsung dalam waktu yang cukup singkat,” kata Amir-Abdollahian di Moskow.
”Ini akan dilakukan pada kesempatan paling cepat,” ujarnya setelah bertemu Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Mikhail Bogdanov, seperti dilansir AFP, Selasa (26/5/2015).
Kendati demikian, Kementerian Luar Negeri Rusia belum mengkonfirmasi pengumuman soal kesepekatan pengiriman rudal S-300 ke Teheran dalam waktu singkat. Kementerian itu hanya menegaskan pentingnya menjaga dialog antara Rusia dan Iran.
Penjualan rudal S-300 oleh Rusia kepada Iran sebenarnya merupakan kontrak jual beli senjata yang sudah disepakati kedua negara di masa lalu. Namun, penjualan itu dibekukan pada tahun 2010 oleh Dmitri Medvedev, Presiden Rusia kala itu. Pembekuan kontrak itu dilakukan Rusia setelah ada tekanan dari masyarakat internasional yang ramai-ramai menjatuhkan sanksi pada Iran atas program nuklir kontroversialnya.
Namun, pada bulan April 2015 lalu, Presiden Rusia, Vladimir Putin memutuskan mencabut embargo pengiriman rudal S-300 pada Iran. Keputusan Putin diambil setelah perundingan nuklir Iran dan enam negara kekuatan dunia mengalamai kemajuan di Lausanne.
(mas)