Rusia: Embargo Senjata Terhadap Iran Tidak Terkait Kesepakatan Nuklir

loading...
Rusia: Embargo Senjata Terhadap Iran Tidak Terkait Kesepakatan Nuklir
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova sebut embargo senjata ke Iran tidak terkait dengan penyelesaian situasi di sekitar program nuklir Iran. Foto/Ist
A+ A-
MOSKOW - Embargo senjata ke Iran tidak terkait dengan penyelesaian situasi di sekitar program nuklir Iran, yang telah disadari oleh semua pihak dalam pembicaraan sejak awal. Hal itu diungkapkan juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova.

"Seperti diketahui, Dewan Keamanan PBB tidak memberlakukan embargo senjata terhadap Iran pada 2015. Teheran secara sukarela melakukan sejumlah pembatasan. Itu dilakukan untuk kepentingan hasil pembicaraan yang paling cepat berhasil tentang Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) untuk menyelesaikan situasi di sekitar program nuklir Iran," kata Zakharova dalam sebuah pernyataan.

"Semua pihak tahu sejak awal bahwa pembatasan ini tidak ada hubungannya dengan penyelesaian situasi di sekitar program nuklir Iran. Apalagi, jangka waktu ketentuan terkait sudah habis," sambungnya.

Zakharova, seperti dilansir Tass pada Jumat (16/10/2020), kemudian menekankan bahwa Iran adalah mitra terpercaya Rusia di banyak bidang kerja sama, termasuk militer. (Baca juga: Embargo Berakhir, Iran Siap Jual Beli Senjata dengan 'Banyak Teman')



Kami yakin bahwa segala kemungkinan yang berasal dari berakhirnya ketentuan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2231 yang terkait dengan kerja sama teknis militer dengan Iran akan benar-benar diperhitungkan dan digunakan atas dasar saling menguntungkan dan untuk kepentingan negara. orang-orang di dua negara bagian kami," ujarnya.

Embargo senjata terhadap Iran sendiri akan berakhir pada tanggal 18 Oktober atau pada akhir pekan ini. Mulai pekan depan, Iran sudah bisa kembali membeli senjata dari negara lain, atau menjual senjata ke negara lain. Rusia dan China adalah beberapa negara yang telah menyatakan kesiapan untuk menjual senjata ke Iran.

Amerika Serikat (AS) telah berusaha untuk memperpanjang embargo senjata tersebut. Namun, usaha mereka, yang dilakukan melalui Dewan Keamanan (DK) PBB selalu menemui jalan buntu, karena tidak mendapat cukung dukungan. (Baca juga: Habib Rizieq Mau Pulang, Pengamat: Khomeini Pimpin Revolusi Iran dari Prancis)
(esn)
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top