Lawan AS, China Bangun 2 Mercusuar di Laut China Selatan

Selasa, 26 Mei 2015 - 14:46 WIB
Lawan AS, China Bangun...
Lawan AS, China Bangun 2 Mercusuar di Laut China Selatan
A A A
BEIJING - China pada Selasa (26/5/2015) melakukan peletakan batu pertama untuk membangun dua mercusuar di Laut China Selatan yang disengketakan banyak negara. Langkah Beijing ini sebagai perlawanan terhadap AS yang menekan China agar berhenti beraktivitas di kawasan sengketa.

Departemen Transportasi China memimpin upacara peletakan batu pertama untuk proyek dua mercusuar di Huayang Reef dan Chigua Reef di kepulauan Spratly. Kantor berita pemerintah China, Xinhua, melaporkan proyek ini selain sebagai bentuk pelawanan terhadap tekanan AS juga untuk melawan tekanan Filipina. (Baca: "Perang China dan AS Tak Bisa Dihindari di Laut China Selatan")

Kementerian Transportasi China tidak menjawab telepon untuk memberikan konfirmasi. Pada 2014, Filipina menuduh China melakukanreklamasi salah satu wilayah di Kepulauan Spratly, dan kini terbukti menjadi bangunan yang diyakini sebagai landasan pacu.

China, seperti diketahui telah mengklaim hampir 90 persen kawasan Laut China Selatan. Namun, Filipina, Vietnam, Malaysia, Taiwan dan Brunei juga sama-sama mengklaim. “Mercusuar yang dibangun untuk meningkatkan keselamatan navigasi di Laut China Selatan. Ini tidak rumit,” tulis Xinhua. (Baca juga: Tegang dengan China, AS Ajak Jepang dan Australia Latihan Perang)

Konflik di Laut China Selatan secara tidak langsung telah menyeret AS. Puncaknya, pesawat mata-mata tercanggih AS, Poseideon P8-A, diusir Angkatan Laut China pada akhir pekan lalu. Insiden itu terjadi, setelah pesawat itu memata-matai proyek reklamasi China dan aktivitas militer China di Laut China Selatan.

AS berdalih patroli pesawat mata-matanya sah di atas Laut China Selatan karena wilayah itu merupakan wilayah udara internasional. Namun, China menegaskan wilayah itu merupakan kedaulatan China dan mendesak AS untuk menghormatinya.
(mas)
Berita Terkait
Dekati Kepulauan Paracel,...
Dekati Kepulauan Paracel, China Kirim Peringatan ke Kapal Berpeluru Kendali AS
Kirim Kapal Perang Berpeluru...
Kirim Kapal Perang Berpeluru Kendali, AS Tantang Klaim China di LCS
AS Sangkal Kapal Perangnya...
AS Sangkal Kapal Perangnya Diusir China di Laut China Selatan
Kapal Induk AS Gelar...
Kapal Induk AS Gelar Latihan di Laut China Selatan
AS: Undang-undang Maritim...
AS: Undang-undang Maritim Baru China Langgar Perjanjian Internasional
Pentagon Prihatin China...
Pentagon Prihatin China Gelar Latihan Militer di LCS
Berita Terkini
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
13 menit yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
1 jam yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
1 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
3 jam yang lalu
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
4 jam yang lalu
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
5 jam yang lalu
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved