Militer AS Akui Tewaskan Dua Bocah Suriah
Jum'at, 22 Mei 2015 - 11:31 WIB
Militer AS Akui Tewaskan Dua Bocah Suriah
A
A
A
WASHINGTON - Pentagon atau Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) untuk pertama kalinya mengakui bahwa serangan udaranya di Suriah telah menewaskan dua bocah perempuan. Serangan fatal militer AS itu terjadi November 2014 di dekat Kota Harim, Suriah.
Pengakuan Pentagon muncul setelah investigasi internal di tubuh militer AS diterbitkan hari Kamis kemarin. Sebelum muncul bukti ini, AS selama ini menyangkal jika serangan udara untuk menumpas militan Khorasan (kelompok cabang al-Qaeda) di Suriah telah menewaskan warga sipil.
Serangan udara AS di Suriah dengan dalih memerangi militan Khorasan dimulai sejak 5 November 2014 atas mandat resmi Presiden Barack Obama. Operasi militer AS di Suriah itu diberi nama “Operation Inherent Resolve”.
“Serangan kemungkinan menyebabkan kematian dua anak non-kombatan,” bunyi pernyataan Komando Sentral AS.
Dalam laporan investigasi internal militer AS, Pentagon menyatakan serangan udara militer AS telah menyebabkan kerusakan terhadap targetnya, yakni kelompok Khorasan.“Bahwa anak-anak berada di salah satu dari target,” bunyi laporan itu sebagai penegasan bahwa serangan AS telah memakan korban sipil di Suriah.
”Kami menyesalkan hilangnya nyawa (warga sipil),” imbuh Letnan Jenderal James L. Terry, Komandan untuk Operasi Gabungan, dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Russia Today, Jumat (22/5/2015).
Jauh sebelum pengakuan AS ini muncul, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia telah melansir data bahwa serangan udara koalisi AS di Suriah telah menewaskan 52 warga sipil, termasuk tujuh anak. Sedangkan Reuters mencatat sebanyak 118 warga sipil tewas di Suriah sejak serangan udara koalisi AS dimulai.
Pengakuan Pentagon muncul setelah investigasi internal di tubuh militer AS diterbitkan hari Kamis kemarin. Sebelum muncul bukti ini, AS selama ini menyangkal jika serangan udara untuk menumpas militan Khorasan (kelompok cabang al-Qaeda) di Suriah telah menewaskan warga sipil.
Serangan udara AS di Suriah dengan dalih memerangi militan Khorasan dimulai sejak 5 November 2014 atas mandat resmi Presiden Barack Obama. Operasi militer AS di Suriah itu diberi nama “Operation Inherent Resolve”.
“Serangan kemungkinan menyebabkan kematian dua anak non-kombatan,” bunyi pernyataan Komando Sentral AS.
Dalam laporan investigasi internal militer AS, Pentagon menyatakan serangan udara militer AS telah menyebabkan kerusakan terhadap targetnya, yakni kelompok Khorasan.“Bahwa anak-anak berada di salah satu dari target,” bunyi laporan itu sebagai penegasan bahwa serangan AS telah memakan korban sipil di Suriah.
”Kami menyesalkan hilangnya nyawa (warga sipil),” imbuh Letnan Jenderal James L. Terry, Komandan untuk Operasi Gabungan, dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Russia Today, Jumat (22/5/2015).
Jauh sebelum pengakuan AS ini muncul, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia telah melansir data bahwa serangan udara koalisi AS di Suriah telah menewaskan 52 warga sipil, termasuk tujuh anak. Sedangkan Reuters mencatat sebanyak 118 warga sipil tewas di Suriah sejak serangan udara koalisi AS dimulai.
(mas)