Buat Kampanye Anti-Islam, Walikota Venelless Dihujat Netizen

Minggu, 17 Mei 2015 - 12:07 WIB
Buat Kampanye Anti-Islam,...
Buat Kampanye Anti-Islam, Walikota Venelless Dihujat Netizen
A A A
VENELLES - Robert Chadron, Walikota Venelles, sebuah kota kecil di tenggara Prancis meneriman hujatan dari netizen. Hujatan bukan hanya datang dari publik Prancis, tapi juga dari seluruh dunia. Hujatan ini muncul setelah dirinya membuat kampanye anti-Islam di Twitter.

Dalam kicauannya, Chadron menyatakan, Islam harusnya tidak diperkenankan di Prancis. "Kita harus melarang agama Islam di Prancis," bunyi kicauan Chadron yang mendapat respon keras dari Netizen dan juga dari kelompok Uni Konservatif di Prancis.

Melansir Sputnik pada Minggu (17/5/2015), berbagai macam komentar muncul di Twitter. Sebagian dari mereka merespon keras, namun masih dengan kata-kata yang cukup sopan. Sementara beberapa lainnya merespon dengan menggunakan bahasa yang terbilang sangat keras.

"Bagaimana kalau kita mengusulkan untuk melarang kebodohan di Prancis," bunyi komentar seorang pengguna Twitter mengomentari kicauan Chadron. Sedangkan seorang pengguna Twitter lainnya mengatakan, setiap orang memiliki hak untuk memeluk agama apapun, karena menurutnya Prancis adalah negara yang bebas dan demokratis.

Namun, nampaknya Chadron adalah sosok yang teramat keras kepala. Bukannya mengurangi aksinya setelah mendapat hujatan, dia justru kembali berkicau.

Kali ini dirinya bukan berkicau di Twitter melainkan dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Prancis. Dalam wawancara itu, ia mengatakan, semua orang Islam harus keluar dari Prancis dalam waktu satu pekan, atau pemerintah Prancis terpaksa akan mengusir umat Islam dan mengirimkan mereka ke tanah Arab.

Politikus Prancis itu mengatakan, ide itu muncul saat dirinya sedang menjalani penyembuhan kanker mulut yang dia deritanya. Dirinya sangat yakin, dengan "mengusir" umat Islam dana melarang Islam berkembang di Prancis adalah salah satu solusi untuk menyelesaikan sebagian besar masalah di Prancis.

Terkait aksinya ini, para pemimpin partai UMP, salah satu partai pendukung Chadron mengatakan, pihaknya sedang membahas mengenai rencana untuk memecat walikota Venelles itu sebagai kader mereka. Selain itu, Chadron juga akan segera dipanggil di pengadilan karena diduga telah melangggar undang-udang tentang larangan untuk menyebarkan kebencian terhadap suatu pihak.
(esn)
Berita Terkait
Lyon Jadi Pelabuhan...
Lyon Jadi Pelabuhan Baru Jerome Boateng
Prancis Imbau Warganya...
Prancis Imbau Warganya Segera Tinggalkan Pakistan
8 Bukti Prancis Kehilangan...
8 Bukti Prancis Kehilangan Pengaruh Neokolonialisme di Afrika
Pelaku Penyanderaan...
Pelaku Penyanderaan di Bank Prancis Masuk dalam Daftar Pemantauan
Gerakan Boikot Produk...
Gerakan Boikot Produk Prancis Raih Momentum di Bangladesh
5 Alasan PM Prancis...
5 Alasan PM Prancis Sebastien Lecornu Mundur, dari Defisit Anggaran hingga Rasio Utang Capai 113 Persen
Berita Terkini
Mossad Pasok Milisi...
Mossad Pasok Milisi Kurdi dengan Senjata yang Disita dari Hamas dan Hizbullah
3 jam yang lalu
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
4 jam yang lalu
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
5 jam yang lalu
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
6 jam yang lalu
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
7 jam yang lalu
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
8 jam yang lalu
Infografis
Indonesia-AS Teken Perjanjian...
Indonesia-AS Teken Perjanjian Dagang Resiprokal: Kabar Baik buat 4 Juta Buruh Tekstil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved