Rusia: NATO Terus Mendistorsi Fakta
Kamis, 14 Mei 2015 - 12:14 WIB
Rusia: NATO Terus Mendistorsi Fakta
A
A
A
MOSKOW - Misi tetap Rusia untuk NATO menyebut aliansi tersebut terus-menerus mendistorsi fakta yang ada seputar hubunganya dengan Rusia. Ini dilakukan agar NATO bisa memperluas pengaruh mereka terhadap negara-negara Barat.
Menurut misi tetap Rusia, NATO mencoba membujuk Barat dengan memunculkan fakta, bahwa mereka adalah satu-satunya pihak yang bisa menjaga keamanan di Eropa. Caranya, dengan mengaburkan fakta yang ada, baik soal hubungan mereka dengan Rusia, dan juga dengan menutupi misi-misi mereka di kawasan Timur Tengah.
"Baru-baru ini NATO telah mempromosikan secara sederhana hitam-putih hubungan antara mereka dan kami, dengan menuduh kami telah membuat-buat cerita tentang mereka (NATO)," kata misi itu dalam sebuah pernyataan.
Misi itu juga mengatakan, tidak pernah ada usulan konstruktif yang pernah dilontarakan NATO mengenai langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan untuk membantu mengatasi kecenderungan berbahaya dalam perkembangan situasi politik dan militer di Eropa.
"Justru NATO terus mengabaikan usulan Rusia mengenai bagaimana cara memperkuat keamanan di kawasan Euro-Atlantik," sambungnya.
Hubungan NATO dan Rusia sendiri mulai memburuk paska konflik Ukraina pecah pada awal tahun lalu. Setelah itu, hubungan keduanya terus-menerus bergerak ke arah yang lebih buruk, dengan jurang perbedaan yang semakin melebar.
Menurut misi tetap Rusia, NATO mencoba membujuk Barat dengan memunculkan fakta, bahwa mereka adalah satu-satunya pihak yang bisa menjaga keamanan di Eropa. Caranya, dengan mengaburkan fakta yang ada, baik soal hubungan mereka dengan Rusia, dan juga dengan menutupi misi-misi mereka di kawasan Timur Tengah.
"Baru-baru ini NATO telah mempromosikan secara sederhana hitam-putih hubungan antara mereka dan kami, dengan menuduh kami telah membuat-buat cerita tentang mereka (NATO)," kata misi itu dalam sebuah pernyataan.
Misi itu juga mengatakan, tidak pernah ada usulan konstruktif yang pernah dilontarakan NATO mengenai langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan untuk membantu mengatasi kecenderungan berbahaya dalam perkembangan situasi politik dan militer di Eropa.
"Justru NATO terus mengabaikan usulan Rusia mengenai bagaimana cara memperkuat keamanan di kawasan Euro-Atlantik," sambungnya.
Hubungan NATO dan Rusia sendiri mulai memburuk paska konflik Ukraina pecah pada awal tahun lalu. Setelah itu, hubungan keduanya terus-menerus bergerak ke arah yang lebih buruk, dengan jurang perbedaan yang semakin melebar.
(esn)