Indonesia Tak Anggap Remeh Ancaman ke KBRI Abuja
Rabu, 13 Mei 2015 - 19:58 WIB
Indonesia Tak Anggap Remeh Ancaman ke KBRI Abuja
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia menegaskan tidak akan menganggap remeh ancaman yang diarahkan kepada Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) di Abuja, Nigeria. KBRI Abuja menerima ancaman tersebut pada Senin malam lalu.
"Pada dasarnya semua ancaman yang ditujukan pada konsul kita dianggap serius oleh pemerintah. Kita memiliki SOP menghadapi ancaman yang datang," ujar juru bicara Kemlu Arrmanantha Nassir pada Rabu (13/5/2015).
Dirinya mencontohkan ancaman yang datang ke KBRI Canbera, Australia beberapa waktu lalu. Menurut Arrmanantha, berdasarkan SOP yang ada, pihak KBRI langsung melaporkan hal ini kepada pihak berwajib setempat.
"Sesuai dengan koordinasi, hal yang sama dilakukan KBRI Abuja. Insiden ini langsung dilaporkan dan koordinasi dilakukan dengan pihak keamanan setempat. Pihak keamanan yang menentukan tingkat ancaman itu, dan menentukan seberapa jauh perlunya peningkatkan keamanan untuk KBRI dan seluruh stafnya," sambungnya.
Ketika ditanya siapa yang memberikan amcaman, Arrmanantha mengatakan sebuah kelompok bernama M.O.G. "Ancamannya dari M.O.G atau Man of God, namun kita juga tidak jelas. Info dari KBRI bahwa pihak keamanan tengah menyelidiki tingkat keseriusan ancaman," tambahnya.
M.O.G sendiri, lanjut Arrmanantha, mengancam KBRI dengan menggunakan secarik surat. Ada satu hal yang menarik, yakni ada return adress, atau alamat pengembalian dalam surat ancaman tersebut.
"Pada dasarnya semua ancaman yang ditujukan pada konsul kita dianggap serius oleh pemerintah. Kita memiliki SOP menghadapi ancaman yang datang," ujar juru bicara Kemlu Arrmanantha Nassir pada Rabu (13/5/2015).
Dirinya mencontohkan ancaman yang datang ke KBRI Canbera, Australia beberapa waktu lalu. Menurut Arrmanantha, berdasarkan SOP yang ada, pihak KBRI langsung melaporkan hal ini kepada pihak berwajib setempat.
"Sesuai dengan koordinasi, hal yang sama dilakukan KBRI Abuja. Insiden ini langsung dilaporkan dan koordinasi dilakukan dengan pihak keamanan setempat. Pihak keamanan yang menentukan tingkat ancaman itu, dan menentukan seberapa jauh perlunya peningkatkan keamanan untuk KBRI dan seluruh stafnya," sambungnya.
Ketika ditanya siapa yang memberikan amcaman, Arrmanantha mengatakan sebuah kelompok bernama M.O.G. "Ancamannya dari M.O.G atau Man of God, namun kita juga tidak jelas. Info dari KBRI bahwa pihak keamanan tengah menyelidiki tingkat keseriusan ancaman," tambahnya.
M.O.G sendiri, lanjut Arrmanantha, mengancam KBRI dengan menggunakan secarik surat. Ada satu hal yang menarik, yakni ada return adress, atau alamat pengembalian dalam surat ancaman tersebut.
(esn)