Paspampres Kecolongan, Obama dan Pria Bersenjata Satu Lift

Rabu, 01 Oktober 2014 - 14:46 WIB
Paspampres Kecolongan,...
Paspampres Kecolongan, Obama dan Pria Bersenjata Satu Lift
A A A
WASHINGTON - Mantan narapidana (Napi) bersenjata yang telah dihukum tiga tahun diketahui menyelinap dan satu lift dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama.

Layanan Rahasia AS Pengawal Presiden atau Paspampres Obama kecolongan dengan insiden itu. Itu merupakan insiden memalukan bagi Paspampres Obama untuk kesekian kalinya.

Sebelumnya, laporan media AS, Washington Post, merilis laporan bahwa kediaman Obama di Gedung Putih diberondong tujuh peluru pada November 2011. Kala itu, ada putri kedua Obama di dalam rumah saat penembakan terjadi. (Baca: Ada Putri Obama, Gedung Putih Diberondong 7 Peluru)

Sedangkan kejadian Obama satu lift dengan eks Napi bersenjata terjadi 16 September 2014. Laporan itu muncul tiga hari sebelum Gedung Putih diterobos pria bersenjata yang memanjat pagar, yang akhirnya diketahui bahwa penyusup itu merupakan mantan tentara AS. (Baca juga: Kediaman Obama Diterobos Penyusup, Gedung Putih Panik)

Laporan terbaru soal Obama satu lift dengan eks Napi bersenjata menjadi “tamparan” baru bagi Layanan Rahasia AS. Laporan itu pertama kali dipublikasikan oleh Washington Examiner. Saat itu, Presiden Obama sedang mengunjungi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Atlanta, Georgia, untuk briefing pada kasus Ebola.

Pria bersenjata yang tak disebut namanya itu, dikenal sebagai kontraktor keamanan swasta . Entah bagaimana ceritanya Paspampres Obama bisa kecolongan, pria bersenjata itu leluasa mengambil foto dan video Presiden Obama saat satu lift dengannya. “Dia berperilaku tidak profesional,” tulis media AS itu.

Paspampres Obama kala itu telah memerintahkan agar pria tersebut berhenti mengambil foto dan video Obama. Tapi, perintah itu diabaikan. Petugas Paspampres Obama kemudian memeriksa data pria itu sebelum akhirnya senajatanya diserahkan.

Keteledoran Paspampres itu dikritik keras anggota parlemen AS.”Anda mendapati penjahat yang dihukum, di lengan presiden dan mereka tidak pernah melakukan pemeriksaan latar belakang (penjahat itu)," kata Jason Chaffetz, anggota parlemen dari Partai Republik AS.

”Kata-kata saja tidak cukup kuat untuk melampiaskan kemarahan saya, karena keselamatan Presiden dan keluarganya bisa terancam,” lanjut dia.

”Hidupnya dalam bahaya. Negara ini akan menjadi dunia yang berbeda dari hari ini jika ia mengeluarkan pistolnya,” imbuh dia yang juga dikutip RT, Rabu (1/10/2014).
(mas)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap Psikologi Presiden Trump Lebih Penting Dibandingkan Biaya Politik
9 menit yang lalu
Khawatir Asia Timur...
Khawatir Asia Timur Jadi Medan Perang, Menhan Jepang: Senjata Nuklir Tak Bisa Dihindari
1 jam yang lalu
Meski Dihujani Puluhan...
Meski Dihujani Puluhan Rudal Rusia, Kenapa Jumlah Korban Tewas di Ukraina Tidak Banyak?
2 jam yang lalu
39 Rudal Rusia Hujani...
39 Rudal Rusia Hujani Ibu Kota Ukraina, Warga Sipil Ketakutan
3 jam yang lalu
Mengapa Yordania Jadi...
Mengapa Yordania Jadi Bulan-bulanan Serangan Iran, Termasuk Tewaskan 2 Tentara AS?
4 jam yang lalu
Perang Iran Makin Sengit,...
Perang Iran Makin Sengit, AS Keluarkan Travel Warning Seluruh Dunia untuk Warganya
5 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved