Timur Tengah

PM Turki: Tindakan keras memang perlu dilakukan

Senin,  17 Juni 2013  −  01:58 WIB
PM Turki: Tindakan keras memang perlu dilakukan
Aksi unjuk rasa di Turki (Reuters)

Sindonews.com – Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan, pada Minggu (16/6/2013), mengatakan kepada lebih dari 100 ribu pendukungnya, bahwa memang sudah menjadi "tugas" nya untuk memerintahkan tindakan keras pada aparat untuk menangani aksi protes massa anti pemerintah di Taman Gezi, Istanbul.
 
"Saya mengatakan, kami sudah sampai pada akhir. Bahwa itu tak tertahankan. Kemarin, operasi dilakukan dan itu dibersihkan," kata Erdogan. "Itu tugas saya sebagai perdana menteri," lanjutnya, seperti dikutip dari Channel News Asia.
 
Pernyataan ini diucapkan Erdogan, satu hari setelah polisi anti huru-hara Turki terlibat bentrokan dengan ribuan pengunjuk rasa yang menduduki Taman Gezi. Aparat menembakkan gas air mata dan meriam air ke arah demonstran.
 
Sekitar 10 kilometer dari Taman Gezi, berkumpul ribuan massa pendukung Erdogan dan partai Keadilan dan Pembangunan (AKP). Ini adalah unjuk kekuatan yang diperlihatkan Erdogan, untuk menandingi ribuan demonstran anti pemerintah.
 
Sementara itu, dua federasi serikat buruh utama di Turki, KESK dan DISK, mengumumkan akan melakukan pemogokan massa pada Senin (17/6/2013). Aksi mogok ini dilakukan sebagai bentuk protes atas sikap aparat dalam bentrokan di Taman Gezi.
 
"Tuntutan kami adalah agar polisi segera mengakhiri aksi kekerasan," kata Juru Bicara KESK, Baki Cinar pada AFP. Serikat-serikat buruh ini mewakili ratusan ribu pekerja dan aksi mogok yang mereka lakukan kemungkinan akan mempengaruhi aktivitas di sekolah, rumah sakit, dan kantor publik di seluruh negeri.


(esn)

views: 2.512x
shadow