Menolak Digeledah, Patroli Rusia Tembak Awal Kapal Ikan Korut

Minggu, 16 Oktober 2016 - 00:48 WIB
Menolak Digeledah, Patroli...
Menolak Digeledah, Patroli Rusia Tembak Awal Kapal Ikan Korut
A A A
MOSKOW - Patroli perbatasan Rusia terpaksa melepaskan tembakan saat melakukan penggeledahan terhadap kapal penangkap ikan berawak warga Korea Utara (Korut). Menurut Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) kru kapal tersebut menolak penggeledahan, berperilaku agresif, dan mencoba melarikan diri dengan membawa anggota pasukan keamanan Rusia di kapal.

Seorang petugas patroli Rusia dan sembilan nelayan Korut terluka dalam kejadian itu. Salah satu melayan yang terluka kemudian meninggal di rumah sakit. Insiden tersebut terjadi pada Jumat malam di zona ekonomi eksklusif Rusia di timur jauh negara itu.

"Selama penggeledahan dan kontrol, petuga menemukan sumber daya bio air yang diperoleh secara ilegal di kapal tersebut. Awak kapal berperilaku agresif terhadap anggota tim penggeledah, menolak untuk mematuhi persyaratan hukum," bunyi pernyataan FSB seperti dikutip dari laman Russia Today, Minggu (16/10/2016).

FSB mengatakan kapal tersebut memiliki 48 anggota awak asal Korut. Setelah tim penggeledah dikirim ke kapal, kapal tersebut berusaha untuk meninggalkan zona ekonomi eksklusif Rusia menuju Korut. Kapal penjaga perbatasan Rusia menembakkan beberapa tembakan peringatan untuk menghentikan kapal asal Korut tersebut, namun kapal masih melakukan manuver.

Awak kapal Korut juga mencoba untuk menyerang anggota FSB yang berada di kapal mereka. Akibatnya, salah satu anggota dari tim penggeledah menderita cedera kepala. Anggota FSB pun segera melepaskan tembakan untuk mencegah awak kapal merebut senjata penjaga perbatasan.

"Sembilan anggota awak kapal penyusup terluka, salah satu dari mereka kemudian meninggal," kata FSB. Setelah mengobati luka, awak kapal Korut dibawa ke kapal penjaga perbatasan Rusia.

FSB juga mencatat bahwa awak kapal Korut yang terluka di kapal akan dibawa ke pelabuhan Rusia yang berbeda di wilayah tersebut. "FSB telah menginformasikan kepada Konsulat Jenderal Republik Rakyat Demokratik Korea di kota Vladivostok atas penggunaan senjata dan langkah-langkah yang dilakukan," demikian pernyataan itu.
(ian)
Berita Terkait
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Korea Selatan: China-Rusia...
Korea Selatan: China-Rusia Kunci Denuklirisasi Korea Utara
Korea Selatan: 1.100...
Korea Selatan: 1.100 Tentara Korea Utara Dibantai Ukraina
Apakah Rusia dan Korea...
Apakah Rusia dan Korea Utara Bersahabat?
Putin Tegaskan Rusia...
Putin Tegaskan Rusia Bisa Mempersenjatai Korea Utara
Bagaimana 1.100 Tentara...
Bagaimana 1.100 Tentara Korea Utara Dibantai Ukraina?
Berita Terkini
Senjata Makan Tuan,...
Senjata Makan Tuan, Tarif Trump Ancam Produksi Senjata AS
32 menit yang lalu
Lebih dari 39.000 Anak...
Lebih dari 39.000 Anak Yatim di Gaza akibat Genosida Israel
1 jam yang lalu
Lawan Trump, Kanada...
Lawan Trump, Kanada Sumpah akan Memimpin Dunia
2 jam yang lalu
Abu Ubaidah: Tawanan...
Abu Ubaidah: Tawanan dalam Bahaya jika Israel Menolak Negosiasi
3 jam yang lalu
10 Negara Sahabat Amerika...
10 Negara Sahabat Amerika Serikat, Mayoritas Anggota NATO
5 jam yang lalu
Siapa Abdullah Al Sabah?...
Siapa Abdullah Al Sabah? PM Kuwait yang Sempat Dituduh Masuk Kristen
6 jam yang lalu
Infografis
Hebatnya Jet Tempur...
Hebatnya Jet Tempur Rusia Tembak Su-27 Ukraina dalam Jarak 130 Km
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved