Rusia Bunuh Pentolan ISIS Dibilang Lelucon, Moskow Sebut AS Bodoh

Sabtu, 03 September 2016 - 08:49 WIB
Rusia Bunuh Pentolan...
Rusia Bunuh Pentolan ISIS Dibilang Lelucon, Moskow Sebut AS Bodoh
A A A
MOSKOW - Kementerian Pertahanan Rusia telah menegur keras para pejabat Pentagon yang mengatakan kematian komandan ISIS Abu Muhammad al-Adnani akibat serangan udara Rusia sebagai lelucon. Moskow menyebut komentar para pejabat Amerika Serikat (AS) itu sebagai hal bodoh, karena tidak tahu info sama sekali soal situasi di Suriah.

Kementerian itu memaklumi komentar para pejabat AS yang buta informasi soal situasi di Suriah karena menolak bekerjasama dengan Rusia.

”Tidak ada yang tidak biasa dengan tidak adanya informasi faktual apapun tentang serangan Angkatan Udara Rusia pada 30 Agustus,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Igor Konashenkov dalam jumpa pers.

Menurutnya, para pejabat AS telah membual setiap hari selama lebih dari satu tahun.”Mereka tidak berkoordinasi dalam operasi mereka di Suriah dengan Rusia,” katanya.

”Bagaimana Anda kemudian harus mendapatkan informasi ini sama sekali?,” lanjut Konashenkov. Dia menambahkan bahwa Pentagon tidak memiliki pilihan selain untuk menyebut laporan Rusia sebagai "lelucon" untuk menjadikan jubah kebodohan mereka sendiri.

Pada 31 Agustus, para pejabat Pentagon mengatakan kepada Reuters dengan syarat anonim bahwa klaim Moskow yang berhasil membunuh komandan kelompok Islamic State (ISIS), Abu Muhammad al-Adnani dalam sebuah serangan udara itu palsu dan menyebutnya sebagai lelucon.

ISIS kemudian mengkonfirmasi kematian Adnani di wilayah Aleppo. Moskow menegaskan bahwa pentolan ISIS itu telah tewas dalam serangan udara yang dilakukan oleh pesawat pengebom Su-34 Rusia.

Tak mau kalah, Pentagon juga mengklaim menargetkan Adnani pada 30 Agustus, tetapi tidak mengkonfirmasi kematiannya.

Konashenkov mengkritik pendekatan koalisi anti-ISIS yang dipimpinan AS yang tidak efektif meski melibatkan lebih dari 60 negara.

”Tidak seperti koalisi anti-ISIS yang dipimpin AS yang terdiri dari lebih dari 60 negara, Angkatan Udara Rusia secara efektif menghilangkan semua teroris di Suriah dan tidak terlibat dalam perburuan mahal dan tidak masuk akal bagi orang-orang tertentu,” ujarnya, seperti dikutip dari Russia Today, Sabtu (3/9/2016).
(mas)
Berita Terkait
Suriah Murka! Sebut...
Suriah Murka! Sebut Serangan AS Bagian dari Agenda Bermusuhan
Serangan AS di Suriah...
Serangan AS di Suriah Tewaskan Pemimpin Senior ISIS
Pasukan AS Tewaskan...
Pasukan AS Tewaskan Dua Pentolan ISIS dalam Serangan di Suriah
Mampukah Serangan Balas...
Mampukah Serangan Balas Dendam Trump Melemahkan ISIS di Suriah?
Pemimpin ISIS Abu al-Hasan...
Pemimpin ISIS Abu al-Hasan Tewas dalam Pertempuran
Sekutu AS Tuduh Turki...
Sekutu AS Tuduh Turki Beri Zona Aman untuk ISIS
Berita Terkini
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
28 menit yang lalu
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
1 jam yang lalu
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
1 jam yang lalu
5 Momen Penyelamatan...
5 Momen Penyelamatan Korban Gempa Venezuela yang Mengharukan
1 jam yang lalu
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
2 jam yang lalu
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
2 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved