Rusia Desak AS Tingkatkan Serangan Terhadap Kelompok Militan Suriah
Sabtu, 06 Agustus 2016 - 02:30 WIB
Rusia Desak AS Tingkatkan Serangan Terhadap Kelompok Militan Suriah
A
A
A
MOSKOW - Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov mengatakan kepada Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Kerry bahwa perang terhadap kelompok ekstrimis di Suriah harus ditingkatkan. Pasalnya kelompok ekstrimis telah menggunakan gas beracun terhadap warga sipil.
Lavrov dan Kerry membahas konflik di Suriah lewat saluran telepon, kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari laman Reuters, Sabtu (6/8/2016).
Keduanya melakukan pembicaraan sehari setelah Moskow mengkritik tajam perilaku AS di Sudiah, menuduh Washington mendukung pemberontak yang menggunakan gas beracun terhadap warga sipil dan membunuh ratusan orang dalam serangan udara.
Sebelumnya, Departemen Pertahanan (Dephan) Rusia mengatakan pemberontak dari kelompok pemberontak Suriah yang dianggap moderat oleh Washington bertanggung jawab atas serangan bom racun di Aleppo. Serangan tersebut menewaskan 7 orang dan melukai 23 orang lainnya.
Dalam pernyataan itu, pejabat militer Rusia menambahkan bahwa teroris di daerah tersebut menghambat upaya penduduk setempat yang mencoba melarikan diri dari bagian timur yang dilanda perang kota.
Lavrov dan Kerry membahas konflik di Suriah lewat saluran telepon, kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari laman Reuters, Sabtu (6/8/2016).
Keduanya melakukan pembicaraan sehari setelah Moskow mengkritik tajam perilaku AS di Sudiah, menuduh Washington mendukung pemberontak yang menggunakan gas beracun terhadap warga sipil dan membunuh ratusan orang dalam serangan udara.
Sebelumnya, Departemen Pertahanan (Dephan) Rusia mengatakan pemberontak dari kelompok pemberontak Suriah yang dianggap moderat oleh Washington bertanggung jawab atas serangan bom racun di Aleppo. Serangan tersebut menewaskan 7 orang dan melukai 23 orang lainnya.
Dalam pernyataan itu, pejabat militer Rusia menambahkan bahwa teroris di daerah tersebut menghambat upaya penduduk setempat yang mencoba melarikan diri dari bagian timur yang dilanda perang kota.
(ian)