Jenderal AS: NATO Kalah Cepat dari Rusia soal Sebar Pasukan

Selasa, 21 Juni 2016 - 13:08 WIB
Jenderal AS: NATO Kalah...
Jenderal AS: NATO Kalah Cepat dari Rusia soal Sebar Pasukan
A A A
LONDON - Komandan NATO, Letnan Jenderal Ben Hodges, telah mengakui bahwa NATO kalah cepat dari Rusia soal penyebaran pasukan ke Eropa Timur.

Komentar jenderal Amerika Serikat (AS) ini muncul setelah NATO menggelar latihan perang berskala besar di Polandia yang mensimulasikan serangan Rusia di negara itu.

Berbicara kepada BBC, Hodges mengatakan bahwa Rusia mampu mengerahkan 20.000 tentara dan banyak peralatan tempur ke perbatasan negara-negara NATO atau negara lain seperti Georgia atau Ukraina.

Menurutnya, NATO harus menciptakan "zona militer Schengen”. Zona itu akan memungkinkan 28 negara NATO memiliki kebebasan bergerak, dan menempatkan mereka setara dengan Rusia yang oleh Hodges mampu bergerak di mana saja yang diinginkan Rusia dengan cepat.

“Rusia mampu menggerakkan formasi besar dengan banyak peralatan jarak jauh secara sangat cepat, (dalam) pemberitahuan tiga hari, kami harus bisa melakukan itu,” kata Hodges membandingkan kecepatan penyebaran pasukan Rusia dan NATO, yang dilansir semalam (20/6/2016).

Komentar Hodges muncul dua hari setelah Kementerian Luar Negeri Jerman mengecam NATO dengan menyebut kegiatan militer aliansi di Eropa Timur sebagai sikap yang "gila perang". Lebih dari 31.000 tentara dari 24 negara ambil bagian dalam latihan perang NATO yang berlangsung 7 hingga 17 Juni.

Latihan perang NATO berskala besar ini dirancang untuk menguji kemampuan NATO dalam menanggapi ancaman. Namun, Jerman telah mengatakan bahwa kegiatan tersebut hanya menyulut ketegangan dengan Rusia.

Kecaman Jerman itu disampaikan Menteri Luar Negeri Frank Walter-Steinmeier. ”Apa yang seharusnya tidak kita lakukan sekarang adalah mengobarkan situasi lebih lanjut melalui sabre-rattling dan gila perang,” katanya.

Ketegangan antara NATO dan Rusia terus memanas sejak Rusia menganeksasi Crimea yang memisahkan diri dari Ukraina pada 2014. Sejak krisis Ukraina pecah, NATO telah memperingatkan tentang perilaku agresif oleh pesawat-pesawat tempur Rusia di kawasan Baltik. Sementara itu, Rusia keberatan dengan operasi NATO di dekat perbatasan mereka.
(mas)
Berita Terkait
Senjata Amerika Serikat...
Senjata Amerika Serikat Sudah Ada di Lapangan Tembak Ukraina
Putin Bongkar Masalah...
Putin Bongkar Masalah Utama Rusia dengan Amerika Serikat
3 Negara yang Senang...
3 Negara yang Senang Jika Amerika Serikat Tinggalkan NATO, Siapa Saja?
Putin: NATO Menipu Rusia
Putin: NATO Menipu Rusia
Proposalnya Ditolak,...
Proposalnya Ditolak, Ini yang Dikatakan Rusia kepada AS dan NATO
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer CSTO dengan NATO, Siapa yang Lebih Kuat?
Berita Terkini
10 Negara yang Kena...
10 Negara yang Kena Tarif Impor Trump Terbesar, Mayoritas Negara-negara Asia
1 jam yang lalu
Ini 3 Negara Musuh AS...
Ini 3 Negara Musuh AS yang Tidak Terkena Tarif Impor Trump, Kok Bisa?
2 jam yang lalu
4 Negara Islam yang...
4 Negara Islam yang Terdampak Tarif Impor AS Terbesar, Nomor 2 Pernah Diinvasi
3 jam yang lalu
Siapa Haitham bin Tariq?...
Siapa Haitham bin Tariq? Raja Oman yang Ubah Konstitusi demi Naikkan Jabatan Putranya
4 jam yang lalu
Ayah Elon Musk Ungkap...
Ayah Elon Musk Ungkap Putra Kesayangannya Kagumi Putin
5 jam yang lalu
Siapa yang Jadi Pemenang...
Siapa yang Jadi Pemenang dalam Perang Dagang?
6 jam yang lalu
Infografis
AS Tolak Rencana Inggris...
AS Tolak Rencana Inggris untuk Kirim Pasukan ke Ukraina
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved