Staf Kedubes Serbia Diduga Jadi Korban Serangan Udara AS
Sabtu, 20 Februari 2016 - 22:57 WIB
Staf Kedubes Serbia Diduga Jadi Korban Serangan Udara AS
A
A
A
BELGRADE - Menteri Luar Negeri Serbia mengatakan, dua staf kedutaan Serbia yang diculik di Libya pada bulan November lalu diyakini menjadi korban serangan udara Amerika Serikat (AS) di Libya.
Pesawat tempur milik Amerika Serikat (AS) melakukan serangan udara terhadap gerilyawan ISIS di Libya barat. Serangan tersebut menewaskan hampir 50 orang. Serangan tersebut ditujukan kepada pelaku penyerangan wisatawan di Tunisia tahun lalu. (Baca juga: AS Gempur Libya, 40 Anggota ISIS Tewas)
Walikota Sabratha, Hussein al-Thwadi, kata pihak berwenang Libya telah mengirim foto-foto mayat diplomat Serbia untuk identifikasi awal. Menurut Thwadi, jumlah korban akibat serangan itu sudah mencapai 49 orang.
"Kami mengharapkan identifikasi korban, karena kami secara resmi tidak bisa mengkonfirmasi terkait informasi itu," kata Menteri Luar Negeri Serbia Ivica Dacic dalam konferensi pers seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (20/2/2016).
Sladjana Stankovic, seorang perwira komunikasi kedubes Serbia, dan Jovica Stepic, sopir kedubes Serbia, diculik pada 8 November lalu setelah konvoi diplomatik Serbia disergap di dekat kota pesisir Sabratha. (Baca juga: Dua Staf Kedutaan Serbia Diculik di Libya)
Pesawat tempur milik Amerika Serikat (AS) melakukan serangan udara terhadap gerilyawan ISIS di Libya barat. Serangan tersebut menewaskan hampir 50 orang. Serangan tersebut ditujukan kepada pelaku penyerangan wisatawan di Tunisia tahun lalu. (Baca juga: AS Gempur Libya, 40 Anggota ISIS Tewas)
Walikota Sabratha, Hussein al-Thwadi, kata pihak berwenang Libya telah mengirim foto-foto mayat diplomat Serbia untuk identifikasi awal. Menurut Thwadi, jumlah korban akibat serangan itu sudah mencapai 49 orang.
"Kami mengharapkan identifikasi korban, karena kami secara resmi tidak bisa mengkonfirmasi terkait informasi itu," kata Menteri Luar Negeri Serbia Ivica Dacic dalam konferensi pers seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (20/2/2016).
Sladjana Stankovic, seorang perwira komunikasi kedubes Serbia, dan Jovica Stepic, sopir kedubes Serbia, diculik pada 8 November lalu setelah konvoi diplomatik Serbia disergap di dekat kota pesisir Sabratha. (Baca juga: Dua Staf Kedutaan Serbia Diculik di Libya)
(ian)