Pentagon Tegaskan AS Tidak Kirim Tank Abrams ke Ukraina

Kamis, 19 Januari 2023 - 05:24 WIB
loading...
Pentagon Tegaskan AS...
Pentagon menyatakan saat ini AS tidak siap untuk menyediakan tank Abrams untuk dikirim ke Ukraina. Foto/VOI
A A A
WASHINGTON - Seorang pejabat senior Pentagon mengatakan Amerika Serikat (AS) saat ini tidak siap untuk menyediakan tank Abrams yang canggih ke Ukraina . Hal itu dikarenakan kesulitan dalam pemeliharaan dan pelatihan.

Ukraina telah berulang kali meminta Barat untuk memberikan tank-tank modernnya guna membantu memerangi invasi Rusia, dan Jerman dilaporkan menghubungkan keputusannya apakah akan memberikan bantuan tank Leopard dengan kesediaan AS untuk menyediakan tank Abrams.

"Saya hanya berpikir kita belum sampai," ucap Wakil Menteri Pertahanan AS untuk Kebijakan, Colin Kahl, kepada wartawan ketika ditanya tentang memberikan tank Abrams ke Ukraina, meskipun dia tidak sepenuhnya menutup pintu untuk pergeseran di masa depan.

"Tank Abrams adalah peralatan yang sangat rumit. Mahal, sulit untuk dilatih, memiliki mesin jet - saya pikir sekitar tiga galon per mil dengan bahan bakar jet. Ini bukan sistem termudah untuk dirawat," jelas Kahal seperti dikutip dari France 24, Kamis (19/1/2023).

Baca: Amerika Serikat Diam-diam Kirim Senjata dari Israel ke Ukraina

Dia juga mencatat bahwa kepala pertahanan AS Lloyd Austin sangat ingin menghindari penyediaan peralatan ke Ukraina yang tidak dapat mereka perbaiki, tidak dapat mereka pertahankan, dan dalam jangka panjang mereka tidak mampu membelinya karena itu tidak membantu.

Baik media Jerman maupun AS melaporkan bahwa Berlin tidak akan setuju untuk menyediakan tank Leopard ke Ukraina kecuali Washington membuat keputusan yang sama, tetapi Kiev telah menerima janji sejumlah negara akan memberikan bantuan tank.

Inggris akhir pekan lalu berjanji akan menyediakan tank Challenger 2 ke Ukraina, menjadikannya negara pertama yang mengumumkan penyediaan tank berat Barat ke Kiev.

Baca: Pasukan Ukraina Resmi Mulai Latihan Rudal Patriot di Pangkalan Militer AS

Jerman dan Amerika Serikat pekan lalu mengatakan bahwa mereka masing-masing akan menyediakan kendaraan lapis baja Bradley dan Marder, dan Prancis juga telah berjanji untuk menyediakan tank ringan AMX-10 RC.

Ditanya tentang pemikiran di balik peningkatan jumlah kendaraan lapis baja yang dijanjikan ke Kiev, Kahl mengatakan mereka diperlukan untuk membantu pasukan Ukraina mengalahkan pertahanan Rusia yang semakin berat.

"Pasukan Moskow menggali, mereka menggali parit, mereka meletakkan Gigi Naga ini, meletakkan ranjau. Mereka benar-benar berusaha membentengi FLOT itu, garis depan pasukan itu," katanya.

"Tujuannya adalah untuk memungkinkan mereka mengubah dinamika itu dengan pertahanan statis semacam ini dengan mampu menembak dan bermanuver melalui penggunaan kekuatan yang lebih mekanis," pungkas Kahl.

Baca: Bertemu Panglima Militer AS, Jenderal Ukraina Uraikan Kebutuhan Militer untuk Kalahkan Rusia
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
AS Klaim Tembak Jatuh...
AS Klaim Tembak Jatuh Banyak Drone Iran
Trump Cari Jalan Keluar...
Trump Cari Jalan Keluar Secepatnya untuk Hindari Dampak Politik dan Ekonomi Perang Iran
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Pilu Seorang Ibu Gugat...
Pilu Seorang Ibu Gugat OpenAI Usai Kematian Putrinya Dikaitkan ChatGPT
Heli Militer Mi-17 Pakistan...
Heli Militer Mi-17 Pakistan Jatuh, 22 Tentara Tewas termasuk 3 Perwira
Rekomendasi
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
Lansia 70 Tahun di PIK...
Lansia 70 Tahun di PIK Nyaris Diculik, Pelaku Kini Diburu Polisi
Cerita Davi, Mahasiswa...
Cerita Davi, Mahasiswa Kedokteran Unair yang Raih Medali Emas ONMIPA-PT 2026 Bidang Biologi
Berita Terkini
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Infografis
Warren Buffett Sebut...
Warren Buffett Sebut Dolar AS Sedang Menuju ke Neraka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved