Ajudan Zelensky Mundur setelah Picu Pertengkaran Sengit Soal Ledakan di Apartemen
Rabu, 18 Januari 2023 - 09:23 WIB
loading...
A
A
A
Kremlin menyalahkan Kiev atas kematian warga sipil, dengan juru bicara Dmitry Peskov menyatakan, "Tragedi ini adalah akibat dari tindakan rudal pertahanan udara."
Yermak menunjuk Arestovich sebagai ajudan lepas pada awal tahun 2020, yang mendongkrak profilnya sebagai komentator yang sering membahas segala hal yang berkaitan dengan konflik dengan Rusia. Selama bertahun-tahun sebelumnya dia telah menjadi tokoh populer di media Ukraina.
Kebenaran pesannya sendiri dipertanyakan Arestovich. Pada Desember 2017, dia muncul sebagai seorang propagandis yang menggambarkan dirinya sendiri, yang telah "banyak berbohong" sejak 2014 untuk meningkatkan moral warga Ukraina dan merusak citra Rusia.
Pengunduran diri Arestovich mungkin menandakan peluncuran karier politik, pakar politik Rusia Marat Bashirov menyarankan pada umpan Telegramnya.
Bashirov menduga kantor Zelensky mungkin merasa "sulit untuk membungkamnya". Dia menyebut Arestovich memiliki pelindung di antara intelijen Inggris.
“Tapi dia mungkin juga menghadapi kekerasan dari kaum nasionalis radikal dengan keinginan untuk membalas dendam," pungkas Bashirov.
Yermak menunjuk Arestovich sebagai ajudan lepas pada awal tahun 2020, yang mendongkrak profilnya sebagai komentator yang sering membahas segala hal yang berkaitan dengan konflik dengan Rusia. Selama bertahun-tahun sebelumnya dia telah menjadi tokoh populer di media Ukraina.
Kebenaran pesannya sendiri dipertanyakan Arestovich. Pada Desember 2017, dia muncul sebagai seorang propagandis yang menggambarkan dirinya sendiri, yang telah "banyak berbohong" sejak 2014 untuk meningkatkan moral warga Ukraina dan merusak citra Rusia.
Pengunduran diri Arestovich mungkin menandakan peluncuran karier politik, pakar politik Rusia Marat Bashirov menyarankan pada umpan Telegramnya.
Bashirov menduga kantor Zelensky mungkin merasa "sulit untuk membungkamnya". Dia menyebut Arestovich memiliki pelindung di antara intelijen Inggris.
“Tapi dia mungkin juga menghadapi kekerasan dari kaum nasionalis radikal dengan keinginan untuk membalas dendam," pungkas Bashirov.
(sya)
Lihat Juga :