Bos Mata-mata Rusia Ungkap Sebab Krisis Ukraina Tetap Buntu
Rabu, 18 Januari 2023 - 06:29 WIB
loading...
A
A
A
Zelensky sekarang mempromosikan konferensi tingkat tinggi (KTT) internasional yang diselenggarakan PBB yang direncanakan di New York pada 24 Februari, peringatan peluncuran operasi militer Rusia di Ukraina.
Acara, di mana penyelesaian konflik akan dibahas tanpa Moskow, diperkirakan akan fokus pada 10 poin "rencana perdamaian" yang sebelumnya digariskan Kiev, yang antara lain menyerukan Rusia mundur ke perbatasan yang diklaim Ukraina, membayar reparasi dan tunduk pada pengadilan kejahatan perang.
Moskow telah menolak proposal Zelensky, dengan mengatakan Ukraina menolak memperhitungkan kenyataan di lapangan dan sebenarnya menunjukkan keengganan Kiev menemukan solusi atas krisis tersebut.
Namun, Putin dan pejabat Rusia lainnya telah berulang kali menyatakan Moskow siap berdialog, tetapi dengan caranya sendiri, salah satunya adalah Ukraina mengakui status Donetsk, Luhansk, Kherson, dan Zaporozhye sebagai bagian dari Rusia.
Awal pekan ini, kepala Departemen CIS (Persemakmuran Negara-Negara Merdeka) Kedua Kementerian Luar Negeri Rusia, Aleksey Polishchuk, menunjukkan jika negosiasi antara kedua belah pihak akhirnya terjadi, mereka kemungkinan akan berbicara satu sama lain secara langsung saat “mediator Barat sering mengejar tujuan mereka sendiri dan mencoba mempengaruhi jalannya negosiasi ... demi kepentingan politik dan ekonomi mereka sendiri.”
Acara, di mana penyelesaian konflik akan dibahas tanpa Moskow, diperkirakan akan fokus pada 10 poin "rencana perdamaian" yang sebelumnya digariskan Kiev, yang antara lain menyerukan Rusia mundur ke perbatasan yang diklaim Ukraina, membayar reparasi dan tunduk pada pengadilan kejahatan perang.
Moskow telah menolak proposal Zelensky, dengan mengatakan Ukraina menolak memperhitungkan kenyataan di lapangan dan sebenarnya menunjukkan keengganan Kiev menemukan solusi atas krisis tersebut.
Namun, Putin dan pejabat Rusia lainnya telah berulang kali menyatakan Moskow siap berdialog, tetapi dengan caranya sendiri, salah satunya adalah Ukraina mengakui status Donetsk, Luhansk, Kherson, dan Zaporozhye sebagai bagian dari Rusia.
Awal pekan ini, kepala Departemen CIS (Persemakmuran Negara-Negara Merdeka) Kedua Kementerian Luar Negeri Rusia, Aleksey Polishchuk, menunjukkan jika negosiasi antara kedua belah pihak akhirnya terjadi, mereka kemungkinan akan berbicara satu sama lain secara langsung saat “mediator Barat sering mengejar tujuan mereka sendiri dan mencoba mempengaruhi jalannya negosiasi ... demi kepentingan politik dan ekonomi mereka sendiri.”
(sya)
Lihat Juga :