Bos Mata-mata Rusia Ungkap Sebab Krisis Ukraina Tetap Buntu

Rabu, 18 Januari 2023 - 06:29 WIB
loading...
Bos Mata-mata Rusia...
Kepala Badan Intelijen Asing (SVR) Rusia Sergey Naryshkin. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Kepala mata-mata Rusia Sergey Naryshkin menyatakan Ukraina tidak dapat terlibat dalam pembicaraan damai dengan Moskow karena Amerika Serikat (AS) dan sekutunya melarangnya.

“Penguasa rezim Ukraina di luar negeri tidak akan mengizinkan dokumen (Ukraina) lepas landas,” ujar Naryshkin kepada Tass pada Selasa.

Dia mengemukakan negosiasi yang terjadi antara Rusia dan Ukraina di Istanbul pada akhir Maret, ketika "kesepakatan dasar tertentu tercapai".

“Namun, orang-orang di Washington, orang-orang di London, memberi tahu rekan mereka di Kiev: 'Tidak, (seharusnya) tidak ada pembicaraan damai, tidak ada perdamaian. Kami telah membayar Anda beberapa lusin miliar. Kami telah berinvestasi pada Anda; kami akan terus memompa uang dan senjata, dan tugas Anda sederhana, pergi dan bertarung'," ungkap Naryshkin.

Baca juga: Bertemu Panglima Militer AS, Jenderal Ukraina Uraikan Kebutuhan Militer untuk Kalahkan Rusia

Pemerintah Ukraina kemudian dengan cepat menarik kembali semua janji yang telah dibuatnya di Istanbul, dengan perubahan suasana hati yang tiba-tiba terjadi tak lama setelah Perdana Menteri Inggris saat itu Boris Johnson mengunjungi Kiev.

Rusia dan Ukraina tidak pernah duduk di belakang meja perundingan sejak saat itu, dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bahkan menandatangani dekrit yang secara resmi melarangnya berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Zelensky sekarang mempromosikan konferensi tingkat tinggi (KTT) internasional yang diselenggarakan PBB yang direncanakan di New York pada 24 Februari, peringatan peluncuran operasi militer Rusia di Ukraina.

Acara, di mana penyelesaian konflik akan dibahas tanpa Moskow, diperkirakan akan fokus pada 10 poin "rencana perdamaian" yang sebelumnya digariskan Kiev, yang antara lain menyerukan Rusia mundur ke perbatasan yang diklaim Ukraina, membayar reparasi dan tunduk pada pengadilan kejahatan perang.

Moskow telah menolak proposal Zelensky, dengan mengatakan Ukraina menolak memperhitungkan kenyataan di lapangan dan sebenarnya menunjukkan keengganan Kiev menemukan solusi atas krisis tersebut.

Namun, Putin dan pejabat Rusia lainnya telah berulang kali menyatakan Moskow siap berdialog, tetapi dengan caranya sendiri, salah satunya adalah Ukraina mengakui status Donetsk, Luhansk, Kherson, dan Zaporozhye sebagai bagian dari Rusia.

Awal pekan ini, kepala Departemen CIS (Persemakmuran Negara-Negara Merdeka) Kedua Kementerian Luar Negeri Rusia, Aleksey Polishchuk, menunjukkan jika negosiasi antara kedua belah pihak akhirnya terjadi, mereka kemungkinan akan berbicara satu sama lain secara langsung saat “mediator Barat sering mengejar tujuan mereka sendiri dan mencoba mempengaruhi jalannya negosiasi ... demi kepentingan politik dan ekonomi mereka sendiri.”
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Pentagon Buka Arsip...
Pentagon Buka Arsip UFO, Ungkap Bola Bercahaya Misterius di Langit AS
Sosok Elon Musk, Triliuner...
Sosok Elon Musk, Triliuner Pertama di Dunia Berkat IPO SpaceX
Rekomendasi
Erick Thohir Terharu...
Erick Thohir Terharu Saksikan Pernikahan Justin Hubner dan Jennifer Coppen
Wamenhaj: Transparansi...
Wamenhaj: Transparansi jadi Kunci Berantas Kartel Haji
Mengulik Alasan di Balik...
Mengulik Alasan di Balik Kenaikan Harga Pertamax: Demi Jaga Investor dan Keuangan
Berita Terkini
4 Fakta Tempat Tinggal...
4 Fakta Tempat Tinggal Elon Musk, Rumah Sewa dan Ukurannya Mungil
Apa Itu Front Kedelapan...
Apa Itu Front Kedelapan Israel? Propaganda Digital terhadap Politikus Pro-Palestina
Pejuang Hizbullah Sergap...
Pejuang Hizbullah Sergap Pasukan Israel di Lebanon
Ini 5 Bukti Perjanjian...
Ini 5 Bukti Perjanjian Damai AS dan Iran Tunjukkan Kegagalan Tujuan Perang Israel
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Infografis
Jet Tempur Su-27 Ukraina...
Jet Tempur Su-27 Ukraina Jatuh saat Duel Lawan Drone Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved