80 Ribu Warga Israel Demo di Tel Aviv, Protes Pemerintahan Netanyahu
Minggu, 15 Januari 2023 - 16:45 WIB
loading...
A
A
A
Menjabat selama lebih dari dua minggu, pemerintahan Netanyahu telah meluncurkan proposal untuk melemahkan Mahkamah Agung dengan memberi parlemen kekuatan untuk membatalkan keputusan pengadilan dengan suara mayoritas sederhana. Ia juga ingin memberi parlemen kendali atas penunjukan hakim dan mengurangi independensi penasihat hukum.
Baca: Pemerintahan Baru Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu Dilantik di Parlemen
Menteri Kehakiman Netanyahu mengatakan, hakim yang tidak terpilih memiliki terlalu banyak kekuasaan. Tapi penentang rencana tersebut mengatakan perubahan yang diusulkan akan merusak demokrasi Israel. Para pemimpin oposisi Israel, mantan jaksa agung dan presiden Mahkamah Agung Israel semuanya menentang rencana tersebut.
Perubahan hukum dapat membantu Netanyahu, yang diadili karena korupsi, menghindari hukuman, atau bahkan membuat persidangannya hilang sama sekali. Sejak didakwa pada 2019, Netanyahu mengatakan sistem peradilan bias terhadapnya.
Seorang pengunjuk rasa, Michael (24), yang tidak mau mengungkapkan nama belakangnya, termasuk di antara mereka yang berpartisipasi di Yerusalem Barat. Dia mengatakan kepada Anadolu Agency, bahwa pemerintahan Netanyahu “berusaha menghancurkan otoritas Mahkamah Agung” dengan peraturan peradilan yang baru.
Baca: Pemerintahan Baru Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu Dilantik di Parlemen
Menteri Kehakiman Netanyahu mengatakan, hakim yang tidak terpilih memiliki terlalu banyak kekuasaan. Tapi penentang rencana tersebut mengatakan perubahan yang diusulkan akan merusak demokrasi Israel. Para pemimpin oposisi Israel, mantan jaksa agung dan presiden Mahkamah Agung Israel semuanya menentang rencana tersebut.
Perubahan hukum dapat membantu Netanyahu, yang diadili karena korupsi, menghindari hukuman, atau bahkan membuat persidangannya hilang sama sekali. Sejak didakwa pada 2019, Netanyahu mengatakan sistem peradilan bias terhadapnya.
Seorang pengunjuk rasa, Michael (24), yang tidak mau mengungkapkan nama belakangnya, termasuk di antara mereka yang berpartisipasi di Yerusalem Barat. Dia mengatakan kepada Anadolu Agency, bahwa pemerintahan Netanyahu “berusaha menghancurkan otoritas Mahkamah Agung” dengan peraturan peradilan yang baru.
Lihat Juga :