Balas Kartun yang Menghina Khamenei, Massa Iran Bakar Bendera Prancis
Senin, 09 Januari 2023 - 14:45 WIB
loading...
A
A
A
Polisi, beberapa di antaranya tampak memegang gambar Khamenei, menjaga jarak para demonstran dari gedung kedutaan.
Para pendukung pemimpin Iran biasanya mengarahkan protes dan pembakaran bendera terhadap AS dan Israel. Namun aksi menargetkan bendera nasional tiga warna Prancis jarang terjadi.
Stasiun televisi pemerintah Iran melaporkan beberapa ulama mengadakan protes serupa di kota suci Qom, pusat pembelajaran agama di Iran.
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf pada hari Minggu mengaitkan kartun majalah Prancis itu dengan apa yang telah berulang kali dituduh oleh para pejabat sebagai rencana Barat untuk menyebarkan "kerusuhan" di Iran.
Presiden Ebrahim Raisi menggemakan klaim serupa. “Menggunakan penghinaan dengan dalih kebebasan adalah indikasi yang jelas dari rasa frustrasi mereka dalam menyelesaikan rencana untuk kekacauan dan ketidakamanan di Iran," katanya, seperti dikutip dari Politico, Senin (9/1/2023).
Protes anti-pemerintah meletus di seluruh Iran sejak September 2022 setelah kematian Mahsa Amini, seorang wanita Kurdi-Iran berusia 22 tahun yang ditangkap polisi moral di Teheran atas tuduhan melanggar aturan berpakaian Islami yang ketat.
Para pendukung pemimpin Iran biasanya mengarahkan protes dan pembakaran bendera terhadap AS dan Israel. Namun aksi menargetkan bendera nasional tiga warna Prancis jarang terjadi.
Stasiun televisi pemerintah Iran melaporkan beberapa ulama mengadakan protes serupa di kota suci Qom, pusat pembelajaran agama di Iran.
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf pada hari Minggu mengaitkan kartun majalah Prancis itu dengan apa yang telah berulang kali dituduh oleh para pejabat sebagai rencana Barat untuk menyebarkan "kerusuhan" di Iran.
Presiden Ebrahim Raisi menggemakan klaim serupa. “Menggunakan penghinaan dengan dalih kebebasan adalah indikasi yang jelas dari rasa frustrasi mereka dalam menyelesaikan rencana untuk kekacauan dan ketidakamanan di Iran," katanya, seperti dikutip dari Politico, Senin (9/1/2023).
Protes anti-pemerintah meletus di seluruh Iran sejak September 2022 setelah kematian Mahsa Amini, seorang wanita Kurdi-Iran berusia 22 tahun yang ditangkap polisi moral di Teheran atas tuduhan melanggar aturan berpakaian Islami yang ketat.
Lihat Juga :