Kisah Kapal Induk Liaoning: Dibeli China Senilai Beberapa Botol Vodka, Kini Diincar Rusia

Senin, 09 Januari 2023 - 10:30 WIB
loading...
A A A
Pada tahun 1996, sekelompok perwira PLA yang dipimpin oleh kepala intelijen Jenderal Ji Shengde mendekati Xu Zengping, mantan pemain bola basket PLA yang telah berubah menjadi pengusaha sukses yang menyelenggarakan acara internasional.

Strateginya adalah agar Xu membeli kapal induk itu atas namanya, mungkin agar bisa berfungsi sebagai kasino. Ini akan menghilangkan ruang lingkup kecurigaan pada PLA.

Xu melakukan perjalanan ke Ukraina pada Januari 1998 dan bertemu dengan pemilik galangan kapal. Dia setuju untuk membeli kapal induk seharga USD20 juta setelah empat hari negosiasi di mana suap besar-besaran ditawarkan.

Pembayaran dilakukan hampir setahun kemudian dengan biaya keterlambatan sebesar USD10 juta yang ditumpangkan pada jumlah yang dinegosiasikan.

PLA China telah memutuskan bahwa Angkatan Laut-nya nantinya akan memperoleh dan merakit kapal induk setelah lingkungan politik membaik.

Sebuah berita dua bagian mengungkapkan rencana tersebut oleh South China Morning Post yang berbasis di Hong Kong pada tahun 2015.

Setelah berlarut-larut dan beberapa hambatan terkait pengirimannya ke China, kapal induk itu akhirnya tiba di pelabuhan Dalian di provinsi Liaoning pada Maret 2002. Kapal itu ditempatkan di dok kering tiga tahun kemudian untuk memungkinkan operasi pemugaran menyeluruh, yang termasuk sandblasting menghilangkan semua karat dan memulihkan serta memasang mesin pada tahun 2011.

Kapal induk itu disesuaikan dengan kebutuhan China dan akhirnya diluncurkan pada tahun 2012 dan sekarang menjadi andalan Angkatan Laut PLA.

Pemimpin ultranasionalis Rusia mungkin menginginkan kapal induk itu kembali, tetapi diragukan bahwa China akan melepaskan kapal yang diperoleh setelah beberapa tahun perjuangan dan perencanaan yang ekstensif.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS: Turki Belum Memenuhi...
AS: Turki Belum Memenuhi Syarat untuk Memiliki Jet Tempur Siluman F-35
Perang Meluas, Ukraina...
Perang Meluas, Ukraina Serang Kapal Perang Rusia dan 2 Kapal Kargo Militer Terkait Iran
Pakar Asal AS Ini Yakin...
Pakar Asal AS Ini Yakin Rusia Dijamin Memenangkan Perang Ukraina, Ini 4 Alasannya
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
Iran Tolak Usulan Gencatan...
Iran Tolak Usulan Gencatan Senjata AS yang Disampaikan PM Irak
Perceraian Abad Ini,...
Perceraian Abad Ini, Taipan Korsel Bayar Harta Gana-Gini Rp11,5 Triliun ke Mantan Istri
Rekomendasi
Robikin Emhas: Marwah...
Robikin Emhas: Marwah NU Tercabik-cabik Hanya karena Konflik Elite PBNU
KPK Geledah Rumah Kadis...
KPK Geledah Rumah Kadis PUPR Bengkulu, Sita Uang Rp4 Miliar
Instagram Menguji Fitur...
Instagram Menguji Fitur Pengeditan Stories Tanpa Menghapus Postingan
Berita Terkini
Sebuah Mobil Tabraki...
Sebuah Mobil Tabraki Kerumunan Pawai LGBTQ, 1 Tewas, 17 Luka
Trump Batal Serang Iran...
Trump Batal Serang Iran Besar-besaran usai Jenderal AS Peringatkan Krisis Rudal Patriot
Ketika Demo Partai Kecoa...
Ketika Demo Partai Kecoa Berhasil Memaksa Menteri Pendidikan India Mundur atas Bocornya Soal Ujian
Mengapa Venezuela Masih...
Mengapa Venezuela Masih Tak Bisa Ambil 31 Ton Emas yang Disimpan di Bank of England?
AS: Turki Belum Memenuhi...
AS: Turki Belum Memenuhi Syarat untuk Memiliki Jet Tempur Siluman F-35
Iran Klaim Hancurkan...
Iran Klaim Hancurkan 11 Pesawat Militer dan Bunuh 200 Tentara AS, Sebut Data Pentagon Bohong
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved