AS Bebaskan 'Ratu Kuba', Mata-mata Paling Merusak dalam Sejarah Amerika

Senin, 09 Januari 2023 - 09:47 WIB
loading...
A A A
Pada tahun 2002, Montes mengaku bersalah atas tuduhan spionase yang bisa membawa hukuman mati untuknya, namun akhirnya dijatuhi hukuman 25 tahun penjara di bawah kesepakatan pembelaan.

Menurut pengacaranya, Montes terutama termotivasi untuk jadi mata-mata Kuba dengan keyakinan bahwa orang Kuba diperlakukan tidak adil oleh pemerintah AS.

Mengomentari pembebasan Montes, senator garis keras dari Partai Republik, Marco Rubio, mendesak orang Amerika untuk mengingat agen ganda untuk siapa dia sebenarnya, menunjukkan bahwa dia tidak boleh dimaafkan, bahkan setelah menjalani hukumannya.

“Montes mengkhianati bangsa kita, tapi bukan demi uang. Nyatanya, dia tidak pernah menerima pembayaran atas tindakannya—yang mengherankan, dia murni dimotivasi oleh kebencian terhadap Amerika,” tulis Rubio dalam tulisan opini untuk Americano Media, yang dilansir Senin (9/1/2023).

Saat dibebaskan, Montes diatur untuk tetap di bawah pengawasan selama lima tahun, sesuai dengan hukumannya. Dia dilarang bekerja untuk pemerintah atau menghubungi "agen asing" tanpa izin khusus, sementara akses internet akan diawasi secara ketat oleh pihak berwenang.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Keluarga Peter Crouch...
Keluarga Peter Crouch Cerita Susahnya Masuk AS saat Piala Dunia 2026
WHO: Wabah Ebola Telah...
WHO: Wabah Ebola Telah Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang di RD Kongo dan Uganda
Rekomendasi
Dokter Tifa Sudah Pelajari...
Dokter Tifa Sudah Pelajari 10 Ribu Halaman Dokumen BAP sebelum Eksepsi Dikabulkan
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
Sebut Ada 3 Kancil Politik...
Sebut Ada 3 Kancil Politik Indonesia, Prabowo: Kalau Berkumpul, Bahaya
Berita Terkini
Wali Kota New York Mamdani...
Wali Kota New York Mamdani dan Istrinya Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved