Rusia Ancam AS dengan Rudal Hipersonik Nuklir

Jum'at, 06 Januari 2023 - 09:08 WIB
loading...
Rusia Ancam AS dengan...
Presiden Vladimir Putin (kanan) bersama Wakil Kepala Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev. Dmitry Medvedev mengancam Amerika Serikat dengan rudal hipersonik berkemampuan nuklir. Foto/Alexey Nikolsky/Kremlin via REUTERS
A A A
MOSKOW - Rusia mengancam Amerika Serikat (AS) dengan rudal jelajah hipersonik berkemampuan nuklir . Ancaman ini dilontarkan Wakil Kepala Dewan Keamanan Kremlin Dmitry Medvedev.

Medvedev, mantan presiden dan merupakan sekutu Presiden Rusia Vladimir Putin, membandingkan kebijakan pemerintah AS dengan kebijakan Nazi dalam posting Telegram hari Kamis (5/1/2023). Posting-nya itu sebagai tanggapan atas seruan Kedutaan AS kepada warga Rusia untuk perdamaian.

“Hadiah utama Tahun Baru adalaharsenal rudal Zircon yang kemarin dikirim ke pantai negara-negara NATO,” kata Medvedev.

Zircon adalah rudal jelajah hipersonik yang mampu membawa hulu ledak nuklir ke target. Putin menggambarkan rudal tersebut sebagai rudal yang mustahil dicegat oleh sistem pertahanan apa pun dan tidak ada tandingannya di dunia.

Baca juga: Perang Memanas, Rusia Kerahkan Senjata Nuklir Darat, Laut, dan Udara ke Crimea

Rudal Zircon, sebagaimana dilaporkan Reuters, telah ditempatkan di kapal perang Admiral Gorshkov yang sekarang sedang ditugaskan ke Samudra Atlantik dan Samudra Hindia sebelum akhirnya ke Laut Mediterania.

“Jangkauan 1.000 km dengan hipersonik Mach 9 dan kemampuan untuk menggunakan muatan apa pun dengan jaminan mengatasi pertahanan rudal apa pun,” ancam Medvedev.

"Biarkan [Gorshkov] berdiri di suatu tempat 100 mil dari pantai, lebih dekat ke Sungai Potomac," lanjut dia.

Sekadar diketahui, Sungai Potomac mengalir melewati Washington DC, Ibu Kota Amerika Serikat. Dengan demikian, ancaman dari Medevedev jelas ditujukan pada Amerika.

Rudal Zircon yang tersedia untuk pasukan Rusia saat ini baru versi maritim. Untuk rudal hipersonik varian peluncuran udara, Rusia memiliki rudal Kinzhal yang telah digunakan untuk perang di Ukraina.

Selama perangnya di Ukraina, Rusia telah memposisikan rudal hipersonik sebagai ancaman bagi negara lain.

Pada bulan Agustus, sebagai tanggapan atas sanksi Lituania terhadap eksklave Kaliningrad Rusia, Kremlin menempatkan tiga pesawat MiG-31 yang dilengkapi rudal hipersonik Kinzhal ke wilayah tersebut sebagai bagian dari "langkah pencegahan strategis".

Baca juga: 6 Kota AS Bisa Menjadi Target Serangan Nuklir tapi Tak Ada yang Siap

Ancaman Medvedev datang sebagai tanggapan terhadap Kedutaan Besar AS di Moskow yang menerbitkan video dan pernyataan yang ditujukan kepada warga Rusia.

“Sepanjang sejarah, negara kita telah dipersatukan oleh budaya yang sama dan pencapaian kita,” kata Kedutaan AS.

"Kami percaya bahwa apa yang terjadi tidak pantas bagi Anda, dan kami berdiri dalam solidaritas dengan Anda masing-masing yang berusaha untuk menciptakan masa depan yang lebih damai."

Mantan presiden Rusia itu mengatakan bahwa seruan dari Kedutaan Amerika itu sinis, karena Amerika sedang dalam proses menghabiskan miliaran dolar untuk perang di Ukraina, memasok senjata ke Kiev, dan memusnahkan ribuan orang melalui proksi.

"Ini adalah sinisme ekstrem dalam tradisi terbaik Nazi," kata Medvedev, menambahkan bahwa Amerika adalah pewaris sebenarnya dari Menteri Propaganda Reich Joseph Goebbels.

Sebelum invasi 24 Februari dan seterusnya, kepemimpinan Rusia menggunakan klaim Nazisme di Ukraina untuk menjelaskan motif kampanye militernya.

"Anda dan antek-antek Anda yang membunuh rakyat kami tidak akan pernah dimaafkan. Kami akan berbicara kepada Anda dalam bahasa kekuatan, jika Anda tidak memahaminya dengan cara lain," kata Medvedev.

"Rusia akan menghasilkan lebih banyak senjata modern untuk mengirik bersama mereka bangkai Nazi yang Anda [AS] lahirkan di abad ke-21."

Medvedev telah berulang kali membuat ancaman yang berapi-api dan bombastis untuk melepaskan persenjataan Rusia, termasuk peringatan bahwa Kremlin akan menggunakan senjata nuklir taktis atau strategis jika wilayah yang dianeksasi dari Ukraina terancam.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Kapten Iran: Perang...
Kapten Iran: Perang Merampas Euforia Piala Dunia 2026
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
Kesepakatan Damai AS-Iran...
Kesepakatan Damai AS-Iran Akan Disahkan dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB
Rekomendasi
Prabowo Bertemu Menlu...
Prabowo Bertemu Menlu Qatar di Istana Merdeka, Ini Tiga Poin yang Dibahas
Ceferin Bilang Piala...
Ceferin Bilang Piala Dunia 2026 Tak Menarik, 13 Negara Murka
Janji Tesla 10 Tahun...
Janji Tesla 10 Tahun Lalu Diwujudkan Xiaomi: Robot Charger EV Otomatis
Berita Terkini
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
Perdamaian Segera Terwujud,...
Perdamaian Segera Terwujud, Militer Iran: Keinginan Rakyat Sudah Dipaksakan kepada Musuh
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved