Biden Sangkal AS dan Korea Selatan Hendak Latihan Nuklir Bersama

Selasa, 03 Januari 2023 - 13:02 WIB
loading...
Biden Sangkal AS dan...
Jet tempur F-22 Angkatan Udara AS mengikuti latihan bersama Angkatan Udara Korea Selatan di pangkalan udara Kunsan, di Gunsan, Korea Selatan, 20 Desember 2022. Foto/Kemhan Korsel/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden membantah Pentagon sedang dalam pembicaraan dengan Korea Selatan (Korsel) tentang latihan nuklir bersama.

Pernyataan Biden menimbulkan sejumlah pertanyaan setelah mitranya dari Korea Selatan mengumumkan diskusi semacam itu sudah berlangsung.

Ditanya pada Senin apakah dia sedang "membahas latihan nuklir bersama dengan Korea Selatan sekarang," Biden hanya mengatakan, "Tidak."

Biden menolak menjelaskan lebih lanjut kepada wartawan setelah pulang dari liburan.

Baca juga: Kim Jong-un Pecat Pemimpin Militer Terkuat Kedua di Korea Utara

Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih kemudian menolak berkomentar ketika didekati Bloomberg.

Terlepas dari penyangkalan singkat Biden, Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol baru-baru ini mengatakan kepada surat kabar lokal bahwa kedua negara sedang “membahas cara untuk mengoperasikan kekuatan nuklir AS di bawah konsep 'Perencanaan Bersama-Latihan Bersama' untuk menanggapi senjata dan rudal nuklir Korea Utara.”

Pernyataan Presiden Korsel segera memicu spekulasi tentang latihan nuklir dua arah antara AS dan Seoul.

Baca juga: Makin Menindas, Israel Siapkan Paket Sanksi terhadap Warga Palestina

Dalam wawancara yang sama, Yoon juga mengkritik kebijakan "pencegahan yang diperpanjang" yang sudah berlangsung lama antara Seoul dan Washington yang menempatkan Korea Selatan di bawah perlindungan "payung nuklir" AS, dengan alasan bahwa itu tidak lagi cukup untuk meyakinkan warga negara yang diberi kemajuan militer oleh DPRK.

Dia mengatakan, "Meski senjata nuklir adalah milik AS, pembagian intel, perencanaan dan pelatihan harus dilakukan bersama."

Presiden Korsel menambahkan pejabat Amerika "cukup positif" tentang gagasan tersebut.

Namun, meski Yoon tampaknya merujuk pada latihan militer bersama yang melibatkan kekuatan nuklir dan berbicara panjang lebar tentang pencegahan, juru bicara pemerintah Korea Selatan Kim Eun-hye kemudian mengklarifikasi presiden tidak berbicara tentang "latihan perang nuklir", dengan mengatakan ini menjelaskan komentar Biden sebelumnya pada Senin.

"Pernyataan Presiden AS Joe Biden hari ini dipotong pendek oleh reporter Reuters dan ditanya 'apakah kita (membahas) latihan perang nuklir,' jadi tentu saja kita tidak punya pilihan selain menjawab 'Tidak'," ujar Kim.

Sebaliknya, juru bicara itu mengatakan, “Para pejabat AS dan Korea Selatan sedang mendiskusikan cara untuk berbagi informasi tentang pengoperasian aset kekuatan nuklir milik AS, perencanaan bersama dan rencana aksi bersama untuk menanggapi senjata nuklir Korea Utara."

Dia tidak menjelaskan apa yang diperlukan untuk hal itu. Hingga kini tidak jelas bagaimana kedua belah pihak dapat mengubah postur militer mereka saat ini.

Pernyataan Yoon muncul di saat tahun yang kontroversial di Semenanjung Korea, yang mencatat rekor jumlah tes senjata oleh Pyongyang dan serangkaian latihan militer bersama oleh Seoul dan sekutunya, yaitu Jepang dan Amerika Serikat.

Para pejabat Korea Selatan baru-baru ini menekankan perlunya memperkuat pertahanan udara dan kemampuan pengawasan negara itu setelah beberapa drone Korea Utara menembus wilayah udaranya pada akhir Desember, yang semakin meningkatkan ketegangan saat tahun baru.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Prancis Konfirmasi Kasus...
Prancis Konfirmasi Kasus Ebola Pertama, Pasien Seorang Dokter!
Rekomendasi
Lebih dari 20.000 ATM...
Lebih dari 20.000 ATM Terhubung, Layanan Tarik Tunai Gratis Dorong Inklusi Keuangan Masyarakat
Menembus Lima Abad Sejarah...
Menembus Lima Abad Sejarah Jakarta dari Kamar House of Tugu di Kota Tua
Menekraf Teuku Riefky...
Menekraf Teuku Riefky Dorong Musisi Lokal Eksis di Panggung Global
Berita Terkini
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved