PBB Desak Taliban Akhiri Pembatasan 'Mengerikan' Terhadap Perempuan
Rabu, 28 Desember 2022 - 18:45 WIB
loading...
PBB Desak Taliban Akhiri Pembatasan Mengerikan Terhadap Perempuan. FOTO/Reuters
A
A
A
JENEWA - Taliban harus segera mencabut kebijakan mereka yang menargetkan perempuan dan anak perempuan di Afghanistan. Hal itu diungkapkan Kepala Hak Asasi Manusia PBB, Volker Turk, Selasa (27/12/2022). Ia juga mengutuk konsekuensi "mengerikan" pada kaum perempuan Afghanistan.
“Tidak ada negara yang dapat berkembang – bahkan bertahan – secara sosial dan ekonomi dengan setengah populasinya dikecualikan,” kata Turk, seperti dikutip dari AFP.
Baca: UEA Kutuk Keputusan Taliban Larang Perempuan Bekerja di LSM
“Pembatasan tak terduga yang dikenakan pada perempuan dan anak perempuan ini tidak hanya akan meningkatkan penderitaan semua warga Afghanistan tetapi, saya khawatir, menimbulkan risiko di luar perbatasan Afghanistan,” lanjutnya.
Dia mengatakan kebijakan itu berisiko membuat masyarakat Afghanistan tidak stabil. “Saya mendesak otoritas de facto untuk memastikan penghormatan dan perlindungan hak-hak semua perempuan dan anak perempuan — untuk dilihat, didengar dan untuk berpartisipasi dan berkontribusi pada semua aspek kehidupan sosial, politik dan ekonomi negara,” ungkap Turk.
“Tidak ada negara yang dapat berkembang – bahkan bertahan – secara sosial dan ekonomi dengan setengah populasinya dikecualikan,” kata Turk, seperti dikutip dari AFP.
Baca: UEA Kutuk Keputusan Taliban Larang Perempuan Bekerja di LSM
“Pembatasan tak terduga yang dikenakan pada perempuan dan anak perempuan ini tidak hanya akan meningkatkan penderitaan semua warga Afghanistan tetapi, saya khawatir, menimbulkan risiko di luar perbatasan Afghanistan,” lanjutnya.
Dia mengatakan kebijakan itu berisiko membuat masyarakat Afghanistan tidak stabil. “Saya mendesak otoritas de facto untuk memastikan penghormatan dan perlindungan hak-hak semua perempuan dan anak perempuan — untuk dilihat, didengar dan untuk berpartisipasi dan berkontribusi pada semua aspek kehidupan sosial, politik dan ekonomi negara,” ungkap Turk.
Lihat Juga :