Apa Itu Sistem Rudal Patriot AS dan Mengapa Ukraina Menginginkannya?

Kamis, 22 Desember 2022 - 07:33 WIB
loading...
A A A
Sistem Apa yang Digunakan Ukraina Sekarang?

Untuk melawan rudal jelajah terbang rendah Rusia dan drone Shahed-136 yang mirip bom, Ukraina telah menggunakan sejumlah sistem pertahanan udara jarak pendek yang berbeda, termasuk Buks dan S-300 buatan Rusia, rudal Hawk generasi lama buatan AS, dan sistem SAM modern seperti NASAMS.

Tetapi peluncur dan rudal sistem SAM modern sangat sedikit. Misalnya, AS tidak dapat mengirim lagi sistem NASAMS hingga akhir tahun depan.

Nilai terbesar Patriot adalah melawan rudal balistik taktis yang terbang tinggi. Rusia tidak menggunakan banyak rudal balistik dalam perangnya di Ukraina, tetapi itu bisa berubah jika memperolehnya dari Iran.

Sistem Patriot telah terbukti sangat efektif di Arab Saudi melawan rudal balistik rancangan Iran yang ditembakkan dari Yaman, meski pernah kebobolan.

Apa Reaksi Moskow?

Rusia telah memperingatkan AS untuk tidak memasok sistem pertahanan udara Patriot ke Ukraina.

"Seperti senjata berat lainnya, ini akan menjadi target prioritas yang sah bagi pasukan Rusia," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Maria Zakharova di Moskow pekan lalu.

"Ini sekali lagi akan secara signifikan memperluas keterlibatan AS dalam konflik di Ukraina," lanjut Zakharova.

"Washington telah menjadikan dirinya sebagai pihak dalam konflik pada tingkat praktis."

Dia mengatakan meningkatnya jumlah bantuan militer AS, termasuk transfer senjata canggih semacam itu, akan berarti keterlibatan personel militer yang lebih luas dalam permusuhan dan dapat menimbulkan konsekuensi yang mungkin terjadi.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Korban Tewas Gempa M7,8...
Korban Tewas Gempa M7,8 di Filipina Bertambah Menjadi 41 Orang
Iran Bantah Mohon ke...
Iran Bantah Mohon ke Trump Hentikan Serangan: Tak Ada Komunikasi Apa pun!
Rekomendasi
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka di Jakarta hingga Bandung
Ini Susunan Direksi...
Ini Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru Telkomsel 2026
LM FEB UI Tekankan Pentingnya...
LM FEB UI Tekankan Pentingnya Merekayasa Human Performance di Era AI
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved