Sejarah Hagia Sophia, antara Katedral Kristen Ortodoks dan Masjid

Sabtu, 11 Juli 2020 - 10:01 WIB
loading...
A A A
Ketika Turki dipimpin Recep Tayyip Erdogan selama belasan tahun terakhir, muncul seruan agar museum Hagia Sophia dikonversi kembali menjadi masjid. Erdogan dan partainya, Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang berakar pada Islam, terus berkampanye mendukung konversi itu. Kubu oposisi menilai kubu Erdogan memanfaatkan situs kuno itu sebagai alat politik untuk meraup suara dalam pemilu Turki yang akan datang.
Sejarah Hagia Sophia, antara Katedral Kristen Ortodoks dan Masjid

Foto/REUTERS

Seruan konversi itu memicu reaksi keras sejumlah kalangan, terutama dari Yunani dan Gereja Kristen Ortodoks Rusia yang tak terima dengan rencana tersebut. Amerika Serikat dan Uni Eropa juga menyuarakan kekecewaan dan keprihatinan.

Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB (UNESCO) yang sejak lama memasukkan Hagia Sophia dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO ikut bereaksi dengan akan meninjau ulang statusnya sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO jika bangunan dikonversi sebagai masjid.

Tapi, pengadilan Turki pada hari Jumat (10/7/2020) menorehkan sejarah yang mendukung pemerintah Erdogan dengan memutuskan mencabut status Hagia Sophia sebagai museum. Erdogan menyambutnya dengan langsung mendeklarasikan bangunan itu sebagai masjid dan salat pertama umat Islam di bangunan itu bisa dimulai pada 24 Juli 2020 mendatang.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Baykar dan Leonardo...
Baykar dan Leonardo Kembangkan Drone MUM-T yang Jadi Andalan Perang Masa Depan
Trump Geram pada Netanyahu...
Trump Geram pada Netanyahu karena Kritik Rencana AS Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Pria Ini Ditusuk 15...
Pria Ini Ditusuk 15 Kali di Mal AS Hanya karena Beragama Islam
Eks Jubir Rumah Sakit...
Eks Jubir Rumah Sakit Israel: Dokter Zionis Selamatkan Nyawa Erdogan atas Permintaan Mossad
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Houthi Umumkan Blokade...
Houthi Umumkan Blokade Laut Terhadap Arab Saudi
Israel Gerah AS dan...
Israel Gerah AS dan Arab Saudi Teken Perjanjian Nuklir
Rekomendasi
Ada Perusahaan Menolak...
Ada Perusahaan Menolak Didata Sensus Ekonomi 2026, Siap-siap! Dibina Kemenperin
Kapolri Bertemu Direktur...
Kapolri Bertemu Direktur FBI, Bahas Penguatan Kerja Sama Kejahatan Transnasional
Sinopsis The Value of...
Sinopsis The Value of Patience: Perjuangan Alex Mengejar Cinta dan Masa Depan
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved