Menlu Rusia Bantah Laporan Moskow Beri Taliban Hadiah Bunuh Tentara AS
Sabtu, 11 Juli 2020 - 04:39 WIB
loading...
A
A
A
"Kami telah memberikan bantuan melalui saluran kami untuk membantu perjanjian ini berfungsi," ucap diplomat top Rusia itu.
Sebelumnya para pemimpin tinggi Pentagon mengatakan kepada Kongres AS bahwa laporan-laporan tentang Rusia menawarkan hadiah kepada gerilyawan Taliban untuk membunuh orang-orang Amerika tidak dikuatkan oleh badan-badan intelijen pertahanan, tetapi mengatakan mereka sedang mencari ke dalamnya dan AS akan menanggapi jika perlu. Menteri Pertahanan Mark Esper mengatakan bahwa ancaman itu ditanggapi dengan serius, tetapi belum ditemukan laporan yang kredibel. (Baca: Pentagon: Tidak Ada Bukti Rusia Bayar Taliban Bunuh Tentara AS )
Laporan intelijen yang menyatakan Rusia menawarkan hadiah kepada Taliban pertama kali dilaporkan oleh The New York Times, kemudian dikonfirmasi The Associated Press oleh pejabat intelijen Amerika dan pejabat lain yang mengetahui permasalahan tersebut. (Baca: NYT: Intel AS Sebut Rusia Perintahkan Pembunuhan Tentara Amerika di Afghanistan )
Para pejabat intelijen AS mengatakan informasi tentang dugaan hadiah Rusia pada para kepala pasukan di Afghanistan dimasukkan dalam laporan intelijen untuk Presiden Donald Trump pada akhir Februari. Gedung Putih telah membantah Trump menerima informasi pada waktu itu, dengan alasan bahwa intelijen itu tidak cukup kredibel untuk menarik perhatian presiden. (Baca: Soal Rusia Buru Tentara AS di Afghanistan, Trump Mengaku Tidak Diberitahu )
Sebelumnya para pemimpin tinggi Pentagon mengatakan kepada Kongres AS bahwa laporan-laporan tentang Rusia menawarkan hadiah kepada gerilyawan Taliban untuk membunuh orang-orang Amerika tidak dikuatkan oleh badan-badan intelijen pertahanan, tetapi mengatakan mereka sedang mencari ke dalamnya dan AS akan menanggapi jika perlu. Menteri Pertahanan Mark Esper mengatakan bahwa ancaman itu ditanggapi dengan serius, tetapi belum ditemukan laporan yang kredibel. (Baca: Pentagon: Tidak Ada Bukti Rusia Bayar Taliban Bunuh Tentara AS )
Laporan intelijen yang menyatakan Rusia menawarkan hadiah kepada Taliban pertama kali dilaporkan oleh The New York Times, kemudian dikonfirmasi The Associated Press oleh pejabat intelijen Amerika dan pejabat lain yang mengetahui permasalahan tersebut. (Baca: NYT: Intel AS Sebut Rusia Perintahkan Pembunuhan Tentara Amerika di Afghanistan )
Para pejabat intelijen AS mengatakan informasi tentang dugaan hadiah Rusia pada para kepala pasukan di Afghanistan dimasukkan dalam laporan intelijen untuk Presiden Donald Trump pada akhir Februari. Gedung Putih telah membantah Trump menerima informasi pada waktu itu, dengan alasan bahwa intelijen itu tidak cukup kredibel untuk menarik perhatian presiden. (Baca: Soal Rusia Buru Tentara AS di Afghanistan, Trump Mengaku Tidak Diberitahu )
(ber)
Lihat Juga :