Netanyahu: Arab Saudi dan Israel Berdamai, Konflik Arab-Israel Berakhir
Jum'at, 16 Desember 2022 - 10:30 WIB
loading...
A
A
A
“Alasan kami tidak memiliki perdamaian Israel-Palestina adalah karena kepemimpinan Palestina selama seabad terakhir telah menolak untuk melakukan apa yang akhirnya terjadi di seluruh dunia Arab - dan itu adalah untuk mengakui bahwa Negara Israel disini untuk tinggal," ujarnya.
Tetapi Netanyahu mengakui bahwa mencapai perdamaian dengan Arab Saudi, rumah Islam dan ekonomi terbesar dunia Arab, terserah kepada kepemimpinan Arab Saudi.
Pada tahun 2002, Arab Saudi mempelopori Prakarsa Perdamaian Arab, sebuah proposal untuk mencapai perdamaian Arab-Israel jika Israel setuju untuk mengembalikan semua pendudukan wilayah Arab.
Ketika ditanya tentang inisiatif tersebut dan apakah dia siap untuk menggunakannya sebagai cetak biru, Netanyahu menghindari komitmen terhadap persyaratan yang telah ditetapkan.
Baca: Normalisasi Arab Saudi dengan Israel Hanya Masalah Waktu
"(Itu adalah) indikasi keinginan untuk mengakhiri konflik dalam segala hal, tapi saya pikir 20 tahun kemudian kita perlu memiliki pandangan baru," tukasnya.
Tetapi Netanyahu mengakui bahwa mencapai perdamaian dengan Arab Saudi, rumah Islam dan ekonomi terbesar dunia Arab, terserah kepada kepemimpinan Arab Saudi.
Pada tahun 2002, Arab Saudi mempelopori Prakarsa Perdamaian Arab, sebuah proposal untuk mencapai perdamaian Arab-Israel jika Israel setuju untuk mengembalikan semua pendudukan wilayah Arab.
Ketika ditanya tentang inisiatif tersebut dan apakah dia siap untuk menggunakannya sebagai cetak biru, Netanyahu menghindari komitmen terhadap persyaratan yang telah ditetapkan.
Baca: Normalisasi Arab Saudi dengan Israel Hanya Masalah Waktu
"(Itu adalah) indikasi keinginan untuk mengakhiri konflik dalam segala hal, tapi saya pikir 20 tahun kemudian kita perlu memiliki pandangan baru," tukasnya.
Lihat Juga :