Iran Vonis Penjara 400 Orang Atas Kerusuhan Teheran
Rabu, 14 Desember 2022 - 04:14 WIB
loading...
A
A
A
Mohsen Shekari dituduh menikam dan melukai seorang anggota Basij dan memblokir jalan di ibu kota pada bulan September.
Setelah Majidreza Rahnavard digantung pada hari Senin, Amnesty International mengatakan telah mengidentifikasi setidaknya 20 orang lainnya yang berisiko dieksekusi.
Menurut kelompok tersebut, 11 orang telah dijatuhi hukuman mati, tiga orang telah menjalani persidangan atas tuntutan hukuman mati dan berisiko dijatuhi hukuman mati atau mungkin telah dijatuhi hukuman, dan enam orang mungkin sedang menunggu atau menjalani persidangan atas tuntutan hukuman mati.
Kategori terakhir termasuk pesepakbola profesional berusia 26 tahun Amir Reza Nasr Azadani, yang menurut pejabat pengadilan di provinsi Isfahan pada Minggu telah didakwa dengan "baghi" atau "pemberontakan bersenjata".
Nasr Azadani dituduh membunuh tiga personel keamanan di kota Isfahan selama protes pada 16 November.
Pada Senin malam, serikat pemain sepak bola global FIFPRO mengatakan terkejut dan muak bahwa Azadani menghadapi kemungkinan hukuman mati setelah mengkampanyekan hak-hak perempuan dan kebebasan dasar di negaranya.
Mantan pemain tim nasional Iran terkemuka Ali Karimi, yang telah mendukung aksi protes, men-tweet: "Jangan eksekusi Amir."
Baca: Dukung Protes, Keponakan Pemimpin Tertinggi Iran Dihukum 3 Tahun Penjara
Mantan anggota tim nasional lainnya, Voria Ghafouri, ditangkap bulan lalu namun kemudian dibebaskan dengan jaminan.
Setelah Majidreza Rahnavard digantung pada hari Senin, Amnesty International mengatakan telah mengidentifikasi setidaknya 20 orang lainnya yang berisiko dieksekusi.
Menurut kelompok tersebut, 11 orang telah dijatuhi hukuman mati, tiga orang telah menjalani persidangan atas tuntutan hukuman mati dan berisiko dijatuhi hukuman mati atau mungkin telah dijatuhi hukuman, dan enam orang mungkin sedang menunggu atau menjalani persidangan atas tuntutan hukuman mati.
Kategori terakhir termasuk pesepakbola profesional berusia 26 tahun Amir Reza Nasr Azadani, yang menurut pejabat pengadilan di provinsi Isfahan pada Minggu telah didakwa dengan "baghi" atau "pemberontakan bersenjata".
Nasr Azadani dituduh membunuh tiga personel keamanan di kota Isfahan selama protes pada 16 November.
Pada Senin malam, serikat pemain sepak bola global FIFPRO mengatakan terkejut dan muak bahwa Azadani menghadapi kemungkinan hukuman mati setelah mengkampanyekan hak-hak perempuan dan kebebasan dasar di negaranya.
Mantan pemain tim nasional Iran terkemuka Ali Karimi, yang telah mendukung aksi protes, men-tweet: "Jangan eksekusi Amir."
Baca: Dukung Protes, Keponakan Pemimpin Tertinggi Iran Dihukum 3 Tahun Penjara
Mantan anggota tim nasional lainnya, Voria Ghafouri, ditangkap bulan lalu namun kemudian dibebaskan dengan jaminan.
Lihat Juga :