Serbia Peringatkan Situasi Kosovo di Ambang Perang

Sabtu, 10 Desember 2022 - 05:19 WIB
loading...
Serbia Peringatkan Situasi...
Orang-orang yang menghadiri protes menyusul keputusan warga Serbia setempat meninggalkan institusi Kosovo, di Mitrovica Utara, Kosovo, 6 November 2022. Foto/REUTERS/Fatos Bytyci
A A A
BEOGRADE - Perdana Menteri (PM) Serbia Ana Brnabic memperingatkan pihak berwenang di Pristina telah membawa situasi di Kosovo ke ambang perang.

Beograd pada Jumat (9/12/2022) telah mengumumkan akan mencari kembali pasukan keamanannya ke provinsi yang memisahkan diri itu.

Serbia mengklaim pasukan penjaga perdamaian yang dipimpin NATO (KFOR) gagal dalam tugasnya.

Serbia memiliki hak mengerahkan hingga 1.000 personel keamanannya di provinsi tersebut berdasarkan ketentuan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1244, menurut Brnabic.

“Karena KFOR tidak memenuhi kewajibannya dan orang Serbia di Kosovo-Metohija tidak merasa aman,” papar dia.

Baca juga: Guru Teknologi: Globalisasi dan Perdagangan Bebas Hampir Mati

Brnabic menunjuk ke beberapa insiden pekan ini, termasuk KFOR dan polisi etnis Albania menggerebek taman kanak-kanak di Leposavic.

Dia mengatakan pemerintah Kosovo yang dipimpin Albin Kurti melanggar perjanjian Kumanovo dan Brussels setiap hari, mengacu pada gencatan senjata 1999 dan kesepakatan teknis 2013.

“Selain penggerebekan taman kanak-kanak, otoritas etnis Albania menghancurkan seluruh stok kilang anggur keluarga Serbia di Velika Hoca dan secara harfiah menduduki seluruh kota Kosovska Mitrovica dengan ratusan polisi khusus bersenjata lengkap,” ujar Petar Petkovic, komisaris pemerintah Serbia untuk Kosovo, Kamis.

Baca juga: Sumber Orang Dalam Ungkap Daftar Hitam Rahasia Twitter

Petkovic juga memperingatkan, "Orang-orang di Barat yang tugasnya menjaga Kurti tetap sejalan" bahwa Presiden Aleksandar Vucic sangat serius ketika dia mengatakan Serbia tidak akan membiarkan pogrom lagi di provinsi itu.

Duta Besar Rusia di Beograd, Alexander Botsan-Kharchenko, mengatakan, “Tindakan Pristina merupakan kampanye intimidasi dan penindasan terhadap orang-orang Serbia yang bertujuan menguasai daerah-daerah mayoritas Serbia dengan kesabaran dan bahkan dukungan dari Barat.”

“Tentu saja Barat tidak peduli mengimplementasikan perjanjian yang mereka mediasi,” ujar Botsan-Kharchenko. “Yang penting bagi mereka adalah mengulur waktu untuk tim yang mereka dukung.”

Menurut polisi Kosovo, “Pengerahan Mitrovica bersifat preventif dan merupakan bagian dari tindakan yang diperlukan, masuk akal, dan sah untuk menegakkan hukum dan keputusan badan negara Kosovo."

Pristina menambahkan, “Pihaknya berhak mengendalikan situasi keamanan dan menegakkan hukum di seluruh negeri.”

Sementara itu, presiden provinsi yang memisahkan diri Vjosa Osmani mengatakan, “Polisi Serbia tidak akan pernah kembali ke Kosovo.”

Dia menyebut pernyataan Beograd sebagai "impian hegemonik Serbia" dan "ancaman terbuka agresi," menurut RT Balkan.

Pasukan NATO menguasai Kosovo pada 1999, setelah membom Serbia selama 78 hari. Pemerintahan sementara etnis Albania mendeklarasikan kemerdekaan pada 2008, yang ditolak Beograd.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Prabowo Sebut Indonesia-Jerman...
Prabowo Sebut Indonesia-Jerman Sepakat Konflik Harus Diselesaikan lewat Perundingan
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Pangeran George Resmi...
Pangeran George Resmi Masuk Eton College, Biayanya Rp1,4 Miliar per Tahun!
Rekomendasi
Kenapa Hari Asyura Dijuluki...
Kenapa Hari Asyura Dijuluki Lebaran Anak Yatim? Begini Sejarahnya di Indonesia
SGU-Endress+Hauser Kembangkan...
SGU-Endress+Hauser Kembangkan Talenta melalui Beasiswa, Magang, dan Program Vokasi
Kabar Duka, Mantan KSAL...
Kabar Duka, Mantan KSAL Laksamana TNI Purn Achmad Sutjipto Meninggal Dunia
Berita Terkini
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved