Parlemen Terpecah, Lebanon Kembali Gagal Memilih Presiden
Kamis, 08 Desember 2022 - 23:15 WIB
loading...
A
A
A
Beberapa anggota parlemen menulis dalam pilihan tiruan untuk kursi kepresidenan yang kosong, dengan satu suara diberikan untuk mendiang pemimpin Afrika Selatan Nelson Mandela. Pencalonan Moawad ditentang oleh Hizbullah, yang pemimpinnya Hassan Nasrallah bulan lalu menyerukan seorang presiden yang siap melawan Washington.
Ketua parlemen Nabih Berri menegaskan kembali seruan untuk dialog di antara anggota parlemen untuk menemukan kandidat konsensus untuk mencegah proses berlarut-larut selama berbulan-bulan.
Baca: Hizbullah Tak Akan Akui Kesepakatan Perbatasan Maritim Israel dan Lebanon
Pemilihan Aoun pada tahun 2016 mengikuti kekosongan selama lebih dari dua tahun di istana kepresidenan karena anggota parlemen melakukan 45 upaya yang gagal untuk memilih presiden sebelum mencapai konsensus tentang pencalonannya.
Berdasarkan konvensi, kepresidenan Lebanon jatuh ke tangan seorang Kristen Maronit, jabatan perdana menteri dicadangkan untuk seorang Muslim Sunni dan jabatan ketua parlemen diberikan kepada seorang Muslim Syiah.
Ketua parlemen Nabih Berri menegaskan kembali seruan untuk dialog di antara anggota parlemen untuk menemukan kandidat konsensus untuk mencegah proses berlarut-larut selama berbulan-bulan.
Baca: Hizbullah Tak Akan Akui Kesepakatan Perbatasan Maritim Israel dan Lebanon
Pemilihan Aoun pada tahun 2016 mengikuti kekosongan selama lebih dari dua tahun di istana kepresidenan karena anggota parlemen melakukan 45 upaya yang gagal untuk memilih presiden sebelum mencapai konsensus tentang pencalonannya.
Berdasarkan konvensi, kepresidenan Lebanon jatuh ke tangan seorang Kristen Maronit, jabatan perdana menteri dicadangkan untuk seorang Muslim Sunni dan jabatan ketua parlemen diberikan kepada seorang Muslim Syiah.
Lihat Juga :