Misteri Kematian Pemimpin Korut, Korsel Sebut Kim Jong-un Masih Hidup

Selasa, 28 April 2020 - 06:45 WIB
loading...
A A A
Namun, para pejabat Korea Selatan (Korsel) dan China mengatakan kondisi Kim berbahaya. Mereka juga mendeteksi aktivitas yang tidak normal di Korut. Situs berita berbasis di Seoul, Daily NK, melaporkan dengan mengutip sumber anonim di Korut menyatakan Kim menjalani perawatan medis di Hyangsan, utara Pyongyang. “Kim dalam proses pemulihan setelah melaksanakan operasi kardiovaskular pada 12 April lalu,” demikian Daily NK.

Setelah itu, banyak media Korsel melaporkan dengan mengutip sumber yang enggan disebutkan namanya bahwa Kim Jong-un tinggal di kawasan Wonsan. Pada Jumat lalu (24/4), harian lokal Newsis mengutip sumber Korsel bahwa kereta khusus yang digunakan Jong-un berada di Wonsan, sedangkan pesawat pribadinya berada di Pyongyang. Newsis melaporkan Jong-un kemungkinan diamankan agar terhindar infeksi Covid-19.

Berbeda dengan itu, China mengirim tim medis ke Korut, termasuk pakar kesehatan untuk memeriksa kondisi kesehatannya. Tidak jelas kunjungan tim medis China menunjukkan kondisi kesehatan Kim.

Sementara itu, Reuters melaporkan berdasarkan citra satelit yang diperoleh dari 38 North, lembaga pemantau Korut berbasis di Washington, menyatakan kereta khusus milik Kim Jong-un terlihat pekan ini di sebuah resor. 38 North melaporkan, kereta itu berhenti di “stasiun kepemimpinan” di Wonsan pada 21-23 April lalu. Stasiun itu biasanya digunakan oleh keluarga Kim Jong-un.

Reuters belum bisa mengonfirmasi apakah kereta tersebut merupakan kereta Kim atau apakah dia berada di Wonsan. “Keberadaan kereta itu belum bisa membuktikan keradaan pemimpin Korut atau mengindikasi tentang kondisi kesehatannya,” demikian laporan North 38.

Melansir Newsweek, salah seorang pejabat senior Pentagon membenarkan adanya rumor mengenai meninggalnya Jon-Un. Namun, Pentagon masih akan memantau terus aktivitas di Korut, maupun pergerakan militer negara tersebut. "Dengan kehadiran kereta di Wonsan dan ketidakhadirannya dari dua peristiwa besar, tentu ada kredibilitas untuk melaporkan bahwa Jong-Un berada dalam kondisi kesehatan yang serius atau berpotensi meninggal," kata pejabat Pentagon yang tidak disebutkan namanya. Yang jelas, Pentagon mengungkapkan bahwa AS tetap mempertahankan kesiapan militer di semenanjung Korea untuk melindungi Korsel dari pergerakan militer Korut.

Spekulasi tentang kesehatan Kim Jong-un berkembang saat dia tidak hadir dalam ulang tahun Bapak Bangsa Korut dan kakeknya, Kim Il-sung, pada 15 April lalu. Media Korut melaporkan keberadaan Kim terakhir pada pertemuan 11 April lalu.

Sementara itu, mantan pejabat Partai Pekerja, Lee Jeong-ho, mengungkapkan bahwa Jong-un bisa saja terluka dalam proses pelaksanaan uji coba peluncuran misil yang dilaksanakan pada 14 April lalu. “Kim tidak hadir dalam laporan uji coba ketika tidak ada video peluncuran misil dan latihan tempur dilaksanakan. Itu menunjukkan adanya kemungkinan kecelakaan tak diprediksi seperti serpihan atau kebakaran,” katanya dalam artikel di harian Korsel, Dong-a Ilbo, dilansir Daily Mail.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Langka, Sekutu AS Minta...
Langka, Sekutu AS Minta Tolong Korut Cari Tentara Seoul yang Hilang di Perbatasan
Setelah Bikin Marah...
Setelah Bikin Marah Kim Jong-un, Korut Sukes Tembakkan Rudal dari Kapal Perang 5.000 Ton
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
5 Fakta Kim Jong-un...
5 Fakta Kim Jong-un Enggan Berbicara tentang Ibunya, Dijuluki Anak Haram dari Seorang Selir
10 Negara Paling Cocok...
10 Negara Paling Cocok untuk Solo Traveling, Aman dan Ramah Wisatawan
UU Etnis Kontroversial...
UU Etnis Kontroversial China Mulai Diberlakukan, Berpotensi Hapus Identitas Budaya Minoritas
Trump Murka Houthi Serang...
Trump Murka Houthi Serang 2 Kapal Tanker Saudi, Ancam Gempur Iran Habis-habisan
Rekomendasi
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Vietnam Pesta 7 Gol ke Gawang Timor Leste
Kritisi Rapat Pleno...
Kritisi Rapat Pleno IX AMPI, Wasekjen Leriadi: Produknya Cacat Hukum
Pemeriksaan Febrie Adriansyah...
Pemeriksaan Febrie Adriansyah di Kejagung, Eks Penyidik KPK: Penahanan Penting agar Penyidikan Tak Diintervensi
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan Angkatan Laut Korut Dipersenjatai Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved