Shireen Abu Akleh Tewas Ditembak, Al Jazeera Seret Israel ke ICC
Selasa, 06 Desember 2022 - 18:13 WIB
loading...
A
A
A
Abu Akleh ditembak di kepala saat dia mencoba melindungi dirinya dengan pohon carob. Produser Al Jazeera Ali al-Samoudi juga ditembak di bahu.
Dia saat itu mengenakan helm pelindung dan rompi antipeluru yang dengan jelas bertuliskan PRESS, sedang berjalan di jalan di depan pasukan Israel ketika diserang.
Dalam sebuah pernyataan, Al Jazeera mengatakan bukti baru yang diajukan oleh Al Jazeera menunjukkan Shireen dan rekan-rekannya ditembaki langsung oleh Pasukan Pendudukan Israel (IOF).
Pernyataan itu menambahkan bukti yang membatalkan klaim oleh otoritas Israel bahwa Shireen tewas dalam baku tembak.
"Menegaskan, tanpa keraguan, bahwa tidak ada penembakan di daerah di mana Shireen berada, selain IOF yang menembak langsung ke arahnya," tegas pernyataan itu.
“Bukti menunjukkan bahwa pembunuhan yang disengaja ini merupakan bagian dari kampanye yang lebih luas untuk menargetkan dan membungkam Al Jazeera,” kata pernyataan tersebut.
Setelah ICC meninjau bukti, mereka akan memutuskan apakah akan menyelidiki pembunuhan Abu Akleh sebagai bagian dari penyelidikan yang sedang berlangsung.
Baca: Israel Akui Tembakan Tentaranya Mungkin yang Membunuh Jurnalis Abu Akleh
Pada tahun 2021, ICC memutuskan memiliki yurisdiksi atas situasi di wilayah Palestina yang diduduki. Pengajuan Al Jazeera meminta agar pembunuhan Abu Akleh menjadi bagian dari penyelidikan yang lebih luas ini.
Dia saat itu mengenakan helm pelindung dan rompi antipeluru yang dengan jelas bertuliskan PRESS, sedang berjalan di jalan di depan pasukan Israel ketika diserang.
Dalam sebuah pernyataan, Al Jazeera mengatakan bukti baru yang diajukan oleh Al Jazeera menunjukkan Shireen dan rekan-rekannya ditembaki langsung oleh Pasukan Pendudukan Israel (IOF).
Pernyataan itu menambahkan bukti yang membatalkan klaim oleh otoritas Israel bahwa Shireen tewas dalam baku tembak.
"Menegaskan, tanpa keraguan, bahwa tidak ada penembakan di daerah di mana Shireen berada, selain IOF yang menembak langsung ke arahnya," tegas pernyataan itu.
“Bukti menunjukkan bahwa pembunuhan yang disengaja ini merupakan bagian dari kampanye yang lebih luas untuk menargetkan dan membungkam Al Jazeera,” kata pernyataan tersebut.
Setelah ICC meninjau bukti, mereka akan memutuskan apakah akan menyelidiki pembunuhan Abu Akleh sebagai bagian dari penyelidikan yang sedang berlangsung.
Baca: Israel Akui Tembakan Tentaranya Mungkin yang Membunuh Jurnalis Abu Akleh
Pada tahun 2021, ICC memutuskan memiliki yurisdiksi atas situasi di wilayah Palestina yang diduduki. Pengajuan Al Jazeera meminta agar pembunuhan Abu Akleh menjadi bagian dari penyelidikan yang lebih luas ini.
Lihat Juga :