Financial Times: Rusia Bentuk Armada Bayangan untuk Hindari Sanksi Minyak

Senin, 05 Desember 2022 - 16:15 WIB
loading...
Financial Times: Rusia...
Hunter Freya merupakan salah satu jenis kapal tanker VLCC. Foto/hunter group
A A A
MOSKOW - Financial Times (FT) melaporkan Rusia membentuk "armada bayangan" untuk menghindari sanksi minyak Barat.

Menurut FT pada Sabtu (3/12/2022), “Moskow diam-diam mengumpulkan armada lebih dari 100 kapal tanker tua.”

Mengutip konsultan energi Rystad, FT melaporkan Rusia telah menguasai 103 kapal tanker sejak awal tahun, baik dengan menggunakan kembali kapal yang sebelumnya terlibat dalam pengangkutan kargo minyak ke dan dari Iran atau Venezuela atau dengan membeli kapal tanker secara langsung.

Pada Jumat, Uni Eropa (UE) dan G7 akhirnya sepakat membatasi harga minyak mentah Rusia yang berlayar di laut pada USD60 per barel.

Baca juga: 1.700 Anjing Laut Langka Terdampar di Pantai Rusia, Semuanya Mati Mengenaskan

Keputusan tersebut diambil setelah berminggu-minggu perdebatan antara negara-negara yang menganggap batas yang diusulkan "terlalu murah hati", seperti Polandia dan negara-negara Baltik, dan beberapa negara maritim, termasuk Yunani, yang menginginkan batas atas ditetapkan sekitar USD70 per barel.

Perusahaan-perusahaan Barat akan dilarang mengasuransikan atau membiayai kapal yang membawa minyak mentah Rusia kecuali jika dijual di bawah USD60 per barel di bawah aturan baru, yang telah dijelaskan Moskow bahwa mereka tidak berencana menerimanya.

Kepala Bank VTB, Andrey Kostin, mengatakan pada Oktober bahwa Rusia harus menghabiskan “setidaknya 1 triliun rubel (USD16,2 miliar)” untuk “perluasan armada kapal tanker.”

Analis Barat menafsirkan pernyataan ini berarti bahwa Moskow berinvestasi dalam kapal pengangkut minyak mentah yang sangat besar (VLCC, yang masing-masing dapat menampung sebanyak 2 juta barel minyak mentah), kapal tanker Suezmax (yang masing-masing membawa sebanyak 1 juta barel), dan kapal tanker Aframax (yang menampung masing-masing sebanyak 700.000 barel).

Menurut FT, pengamat internasional berkomentar Rusia kemungkinan akan menggunakan “armada bayangan” kapal tanker minyak tua untuk menjual volume energi yang terus meningkat ke negara-negara seperti India, China, dan Turki yang tidak tunduk pada sanksi UE atau AS dan pembatasan perdagangan lainnya.

Pada Sabtu, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Moskow tidak berencana mengakui batasan harga yang diberlakukan Barat pada ekspor minyak lintas laut Rusia.

Dia menambahkan, pemerintah saat ini sedang melakukan peninjauan situasi.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Pesawat Pembawa Penerjun...
Pesawat Pembawa Penerjun Payung Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Pemerintah Arab Saudi...
Pemerintah Arab Saudi Cuci Ka'bah Hari Ini, Gunakan Air Zamzam dan Wewangian
Rekomendasi
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
Norwegia Lolos ke 16...
Norwegia Lolos ke 16 Besar usai Singkirkan Pantai Gading 2-1
Gol Kylian Mbappe Bawa...
Gol Kylian Mbappe Bawa Prancis Ungguli Swedia 1-0 pada Babak Pertama
Berita Terkini
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Infografis
Jerman akan Gelar Latihan...
Jerman akan Gelar Latihan Militer untuk Hadapi Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved