Diplomat Top AS Sebut Putin Tidak Tulus Tentang Pembicaraan Damai

Minggu, 04 Desember 2022 - 18:45 WIB
loading...
Diplomat Top AS Sebut Putin Tidak Tulus Tentang Pembicaraan Damai
Diplomat Top AS Sebut Putin Tidak Tulus Tentang Pembicaraan Damai. FOTO/Reuters
A A A
KIEV - Presiden Rusia Vladimir Putin tidak tulus tentang pembicaraan damai dengan Ukraina , sementara dia membawa perang ke tingkat baru "barbarisme" dengan mencoba mematikan lampu warga sipil. Hal itu diungkapkan seorang diplomat tinggi Amerika Serikat (AS), Sabtu (3/12/2022).

Wakil Menteri Urusan Politik AS, Victoria Nuland bertemu dengan Presiden Volodymyr Zelensky dan pejabat senior Ukraina lainnya di Kiev untuk menunjukkan dukungan pada saat Rusia berusaha menghancurkan infrastruktur energi negara itu.

Baca: Putin Dilaporkan Jatuh dari Tangga, Spekulasi Soal Kesehatannya Muncul Kembali

"Diplomasi jelas merupakan tujuan semua orang, tetapi Anda harus memiliki mitra yang bersedia," kata Nuland kepada wartawan, seperti dikutip dari Reuters.

"Dan sangat jelas, apakah itu serangan energi, apakah itu retorika dari Kremlin dan sikap umum, bahwa Putin tidak tulus atau siap untuk itu," lanjutnya.

Sebelumnya, Presiden AS Joe Biden mengatakan pada Kamis, bahwa dia siap untuk berbicara dengan Putin jika pemimpin Rusia itu tertarik untuk mengakhiri perang. Namun, gagasan itu mati dengan cepat ketika Kremlin mengatakan Barat harus mengakui aneksasi yang diumumkan Moskow atas empat wilayah Ukraina.

Menurut Nuland, reaksi dari Rusia ini menunjukkan "betapa tidak seriusnya mereka". Rusia telah melakukan serangan besar-besaran terhadap transmisi listrik Ukraina dan infrastruktur pemanas kira-kira setiap minggu sejak Oktober, yang menurut Kiev dan sekutunya adalah kampanye yang disengaja untuk menyakiti warga sipil, kejahatan perang.

Baca: Soal Bicara dengan Putin, Gedung Putih dan Biden Beda Pendapat

"Putin telah membawa perang ini ke tingkat barbarisme baru, membawanya ke setiap rumah Ukraina saat dia mencoba mematikan lampu dan air dan mencapai apa yang tidak bisa dia lakukan di medan perang," kata Nuland.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova dengan cepat menanggapi. "Bukan tugas Nuland untuk mengajar dunia - hanya gabungan Amerika Serikat dan NATO yang menghancurkan lebih banyak jaringan energi daripada yang dihancurkan Amerika Serikat dengan sendirinya," kata Zakharova di saluran Telegram, menunjuk ke serangan tahun 1999 di Serbia.

Selama serangan di Serbia, pesawat tempur mematikan aliran listrik ke lebih dari 70% area, menurut NATO.

Nuland juga bertemu Andriy Yermak, kepala kantor Zelensky, yang menyatakan terima kasih atas bantuan miliaran dolar yang telah diberikan Washington ke Ukraina. "Kemenangan Ukraina, yang kami yakini, akan menjadi kemenangan bersama kami," kantor Zelenskiy mengutip ucapannya kepada Nuland.
(esn)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1928 seconds (10.55#12.26)