Angkatan Laut AS Cegat Kapal Pembawa 50 Ton Amunisi di Teluk Oman

Minggu, 04 Desember 2022 - 16:45 WIB
loading...
Angkatan Laut AS Cegat...
Angkatan Laut AS Cegat Kapal Pembawa 50 Ton Amunisi di Teluk Oman. FOTO/Reuters
A A A
OMAN - Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) menyatakan telah mencegat kapal pukat nelayan di Teluk Oman yang menyelundupkan lebih dari 50 ton amunisi. Kapal itu mengangkut lebih dari 1 juta butir peluru, ribuan sekering roket, dan sejumlah besar propelan untuk granat berpeluncur roket.

Dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (3/12/2022), Armada Kelima Angkatan Laut AS mengatakan, "kargo ilegal" ditemukan pada tanggal 1 Desember "selama naik kapal verifikasi bendera". Ini merupakan penyitaan senjata besar kedua dalam sebulan di sepanjang rute laut dari Iran ke Yaman yang dilanda perang.

Baca: Yaman Desak Pemberontak Houthi Diklasifikasikan sebagai Kelompok Teroris

“Pasokan, penjualan, atau transfer senjata langsung atau tidak langsung ke Houthi di Yaman melanggar Resolusi Dewan Keamanan PBB 2216 dan hukum internasional,” sebut pernyataan Angkatan laut AS, seperti dikutip dari Al Jazeera.

Pada 8 November, armada mencegat sebuah kapal penangkap ikan yang mengangkut lebih dari 70 ton amonium perklorat, yang digunakan dalam produksi bahan bakar roket dan rudal, serta bahan peledak, dan 100 ton pupuk urea, yang digunakan dalam pertanian tetapi dapat juga digunakan dalam bahan peledak.

Wakil Laksamana AS Brad Cooper menuduh Iran berada di belakang pengiriman terbaru. “Larangan signifikan ini jelas menunjukkan bahwa transfer bantuan mematikan Iran yang tidak sah dan perilaku destabilisasi terus berlanjut,” katanya dalam pernyataan itu.

Hingga kini, pertempuran di Yaman antara pemberontak Houthi dengan tentara pemerintah yang didukung oleh koalisi Saudi terus berlangsung. Pemberontak Houthi yang dituding mendapat sokongan dari Iran terus melancarkan serangan ke sejumlah target, termasuk ke wilayah Saudi.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Prancis Konfirmasi Kasus...
Prancis Konfirmasi Kasus Ebola Pertama, Pasien Seorang Dokter!
Rekomendasi
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
Minta Dasco hingga Prabowo...
Minta Dasco hingga Prabowo Beri Atensi Kasus Ijazah Palsu, Ade Darmawan: Jokowi Telah Didiskriminasi
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved