Cerita Kudeta Ala Mafia oleh MBS: Ancaman Pemerkosaan hingga Todong Senjata
Jum'at, 02 Desember 2022 - 15:07 WIB
loading...
A
A
A
Pada 2021, para bankir dan pengacara Nayef di Eropa dilaporkan telah menerima permintaan pengiriman uang. Sementara asetnya di negara asalnya disita, Nayef diyakini memiliki properti bernilai miliaran poundsterling di luar negeri.
Para bankir dan pengacara mengabaikan dan menolak permintaan tersebut, percaya Nayef telah ditempatkan di bawah tekanan untuk melakukannya.
Para bankir di Swiss mengatakan mereka hanya akan menyetujui permintaan tersebut jika dia mengajukannya secara langsung.
Sumber itu mengatakan kepada The Guardian: "Alasan utama Nayef ditahan adalah karena putra mahkota salah percaya bahwa dia adalah ancaman bagi suksesi. Selain mengejar uangnya, MBS berusaha mempermalukan Nayef sehingga sama sekali tidak ada ancaman siapa pun yang melihat mantan putra mahkota sebagai alternatif yang layak."
Diyakini bahwa Nayef dan Pangeran Ahmed bin Abdulaziz—bangsawan senior lainnya yang dianggap sebagai calon penantang MBS--masih ditahan hingga hari ini. Lokasi persisnya sampai hari ini tidak diketahui.
Nayef membantah berkomplot melawan Putra Mahkota MBS, dan tim pengacaranya mengatakan pada tahun 2020 bahwa mereka "khawatir" akan keselamatannya.
Sementara itu, MBS telah berusaha untuk menghapus citranya setelah pembunuhan Jamal Khashoggi tahun 2018, yang dibunuh oleh regu pembunuh Saudi di dalam konsulat Saudi di Istanbul, dan perang yang dipimpin Saudi yang merusak di Yaman.
Putra Mahkota MBS telah mengambil beberapa langkah untuk membuat Arab Saudi tampak lebih liberal di dunia luar, seperti memberikan hak mengemudi kepada perempuan.
Namun perlakuan terhadap sepupunya lebih sejalan dengan dugaan keterlibatannya dalam pembunuhan brutal Khashoggi. Sekarang, tanpa penantang takhta yang jelas dan Barat yang membutuhkan minyak Arab Saudi, kekuatan MBS tampak mutlak.
Kedutaan Saudi di London belum berkomentar atas laporan panjang media Inggris tersebut.
Para bankir dan pengacara mengabaikan dan menolak permintaan tersebut, percaya Nayef telah ditempatkan di bawah tekanan untuk melakukannya.
Para bankir di Swiss mengatakan mereka hanya akan menyetujui permintaan tersebut jika dia mengajukannya secara langsung.
Sumber itu mengatakan kepada The Guardian: "Alasan utama Nayef ditahan adalah karena putra mahkota salah percaya bahwa dia adalah ancaman bagi suksesi. Selain mengejar uangnya, MBS berusaha mempermalukan Nayef sehingga sama sekali tidak ada ancaman siapa pun yang melihat mantan putra mahkota sebagai alternatif yang layak."
Diyakini bahwa Nayef dan Pangeran Ahmed bin Abdulaziz—bangsawan senior lainnya yang dianggap sebagai calon penantang MBS--masih ditahan hingga hari ini. Lokasi persisnya sampai hari ini tidak diketahui.
Nayef membantah berkomplot melawan Putra Mahkota MBS, dan tim pengacaranya mengatakan pada tahun 2020 bahwa mereka "khawatir" akan keselamatannya.
Sementara itu, MBS telah berusaha untuk menghapus citranya setelah pembunuhan Jamal Khashoggi tahun 2018, yang dibunuh oleh regu pembunuh Saudi di dalam konsulat Saudi di Istanbul, dan perang yang dipimpin Saudi yang merusak di Yaman.
Putra Mahkota MBS telah mengambil beberapa langkah untuk membuat Arab Saudi tampak lebih liberal di dunia luar, seperti memberikan hak mengemudi kepada perempuan.
Namun perlakuan terhadap sepupunya lebih sejalan dengan dugaan keterlibatannya dalam pembunuhan brutal Khashoggi. Sekarang, tanpa penantang takhta yang jelas dan Barat yang membutuhkan minyak Arab Saudi, kekuatan MBS tampak mutlak.
Kedutaan Saudi di London belum berkomentar atas laporan panjang media Inggris tersebut.
(min)
Lihat Juga :