Soundstorm Arab Saudi: Pesta Musik Terbesar Dunia Kembali Hentak Tempat Kelahiran Islam
Kamis, 01 Desember 2022 - 08:04 WIB
loading...
A
A
A
Sekitar dua pertiga populasi Arab Saudi berusia 34 tahun atau lebih muda, menurut Otoritas Umum Statistik Saudi. Analis mengatakan bahwa MBS perlu ditenangkan oleh kaum muda, bukan kaum konservatif.
Alkohol terus dilarang di kerajaan, begitu pula hubungan seksual pasangan yang belum menikah.
Namun, festival ini bukannya tanpa kritik internasional dan tuduhan menutupi catatan hak asasi manusia (HAM) kerajaan. Tahun lalu, Human Rights Watch (HRW) mengatakan bahwa para artis harus "berbicara" tentang pelanggaran HAM Arab Saudi atau tidak menghadiri festival sama sekali.
“Arab Saudi telah menghabiskan miliaran dolar untuk menyelenggarakan acara hiburan dan budaya besar-besaran dalam (upaya) yang disengaja untuk menghapus catatan HAM negara yang buruk dan festival musik Soundstorm tidak berbeda,” kata Joey Shea, seorang peneliti di HRW kepada CNN.
“Penciptaan negara [akan] industri hiburan lokal disertai dengan gelombang penangkapan sewenang-wenang terhadap para pembangkang, aktivis, pembela HAM, dan warga negara biasa Saudi," ujarnya.
Shihabi menolak argumen bahwa festival tersebut menutupi catatan HAM negara, dengan mengatakan: "Tidak ada hubungannya dengan citra global apa pun dan murni berfokus pada melayani kebutuhan lokal."
Mdlbeast, penyelenggara Soundstorm, tidak menanggapi permintaan komentar yang diajukan CNN.
Namun beberapa analis berpendapat bahwa membuka negara terhadap norma dan nilai internasional dapat memungkinkan diskusi yang lebih baik tentang kelemahan HAM.
“Saya pikir ada cara untuk acara internasional besar ini—apakah itu Piala Dunia di Qatar atau festival musik di Arab Saudi—untuk membantu membuka wacana publik untuk debat kritis,” kata Jacobs.
“Mereka dapat membantu menumbuhkan kritik dan diskusi yang sehat seputar masalah HAM di kawasan tersebut,” ujarnya. "Dan karena Teluk terus memperkuat posisinya sebagai pusat gravitasi kawasan, saya pikir inilah yang akan kita lihat.”
Alkohol terus dilarang di kerajaan, begitu pula hubungan seksual pasangan yang belum menikah.
Namun, festival ini bukannya tanpa kritik internasional dan tuduhan menutupi catatan hak asasi manusia (HAM) kerajaan. Tahun lalu, Human Rights Watch (HRW) mengatakan bahwa para artis harus "berbicara" tentang pelanggaran HAM Arab Saudi atau tidak menghadiri festival sama sekali.
“Arab Saudi telah menghabiskan miliaran dolar untuk menyelenggarakan acara hiburan dan budaya besar-besaran dalam (upaya) yang disengaja untuk menghapus catatan HAM negara yang buruk dan festival musik Soundstorm tidak berbeda,” kata Joey Shea, seorang peneliti di HRW kepada CNN.
“Penciptaan negara [akan] industri hiburan lokal disertai dengan gelombang penangkapan sewenang-wenang terhadap para pembangkang, aktivis, pembela HAM, dan warga negara biasa Saudi," ujarnya.
Shihabi menolak argumen bahwa festival tersebut menutupi catatan HAM negara, dengan mengatakan: "Tidak ada hubungannya dengan citra global apa pun dan murni berfokus pada melayani kebutuhan lokal."
Mdlbeast, penyelenggara Soundstorm, tidak menanggapi permintaan komentar yang diajukan CNN.
Namun beberapa analis berpendapat bahwa membuka negara terhadap norma dan nilai internasional dapat memungkinkan diskusi yang lebih baik tentang kelemahan HAM.
“Saya pikir ada cara untuk acara internasional besar ini—apakah itu Piala Dunia di Qatar atau festival musik di Arab Saudi—untuk membantu membuka wacana publik untuk debat kritis,” kata Jacobs.
“Mereka dapat membantu menumbuhkan kritik dan diskusi yang sehat seputar masalah HAM di kawasan tersebut,” ujarnya. "Dan karena Teluk terus memperkuat posisinya sebagai pusat gravitasi kawasan, saya pikir inilah yang akan kita lihat.”
(min)
Lihat Juga :