Gunung Berapi Mauna Loa Hawaii Semburkan Lava Setinggi 60 Meter
Kamis, 01 Desember 2022 - 02:30 WIB
loading...
Gunung Berapi Mauna Loa Hawaii Semburkan Lava Setinggi 60 Meter. FOTO/Reuters
A
A
A
LOS ANGELES - Air mancur lava setinggi 60 meter telah ditembakkan ke udara dari Mauna Loa Hawaii , kata ahli geologi. Semburan itu menghasilkan sungai batuan cair dari gunung berapi aktif terbesar di dunia.
Tiga celah kini telah terbuka di gunung yang erupsi pada Minggu malam (27/11/2022). Gunung ini mengalami erupsi untuk pertama kalinya dalam hampir 40 tahun terakhir. Awan uap dan asap yang luas mengepul ke langit dari gunung berapi, yang membentuk setengah dari Pulau Besar Hawaii.
Baca: Letusan Gunung Berapi Aktif Terbesar di Dunia Bikin Langit Hawaii Memerah
"Perkiraan ketinggian air mancur tertinggi antara 100-200 kaki (30-60m), tetapi kebanyakan jauh lebih kecil,” Survei Geologi Amerika Serikat mengatakan, seperti dikutip dari AFP, Rabu (30/11/2022)
"Ada semburan gas yang terlihat dari air mancur retakan yang meletus dan aliran lava, dengan semburan yang terutama tertiup ke Barat Laut," lanjut pernyataan itu.
Ahli geologi mengatakan saat ini tidak ada risiko terhadap manusia dan harta benda di bawah letusan. "Aliran lahar dari dua celah yang lebih tinggi bergerak ke lereng tetapi terhenti sekitar 11 mil (18 km) dari Saddle Road (jalan utama di kaki sisi utara)," tambahnya.
Tekanan telah meningkat di Mauna Loa selama bertahun-tahun, kata USGS, dan letusan - yang menerangi langit malam - dapat dilihat sejauh 72 km, di kota pantai barat Kona.
Tiga celah kini telah terbuka di gunung yang erupsi pada Minggu malam (27/11/2022). Gunung ini mengalami erupsi untuk pertama kalinya dalam hampir 40 tahun terakhir. Awan uap dan asap yang luas mengepul ke langit dari gunung berapi, yang membentuk setengah dari Pulau Besar Hawaii.
Baca: Letusan Gunung Berapi Aktif Terbesar di Dunia Bikin Langit Hawaii Memerah
"Perkiraan ketinggian air mancur tertinggi antara 100-200 kaki (30-60m), tetapi kebanyakan jauh lebih kecil,” Survei Geologi Amerika Serikat mengatakan, seperti dikutip dari AFP, Rabu (30/11/2022)
"Ada semburan gas yang terlihat dari air mancur retakan yang meletus dan aliran lava, dengan semburan yang terutama tertiup ke Barat Laut," lanjut pernyataan itu.
Ahli geologi mengatakan saat ini tidak ada risiko terhadap manusia dan harta benda di bawah letusan. "Aliran lahar dari dua celah yang lebih tinggi bergerak ke lereng tetapi terhenti sekitar 11 mil (18 km) dari Saddle Road (jalan utama di kaki sisi utara)," tambahnya.
Tekanan telah meningkat di Mauna Loa selama bertahun-tahun, kata USGS, dan letusan - yang menerangi langit malam - dapat dilihat sejauh 72 km, di kota pantai barat Kona.
Lihat Juga :